+62 811 114 280 [email protected]

Mengambil Hikmah dari Kisah Sahabat Nabi : Salman Al Farisi

salman al farisi

Ada banyak nama-nama sahabat nabi yang dikenal dalam Agama Islam dan hikayat-hikayatnya. Sahabat-sahabat nabi ini memiliki kisah yang sangat luar biasa, dimana setiap kisahnya bisa menjadi panutan dan bahan untuk belajar menjadi lebih baik. Salah satu, kisah sahabat nabi yang patut untuk dipelajari adalah kisah dari Salman Al Farisi.

Sebagai sahabat nabi yang awalnya tidak menganut agama islam. Tokoh ini menghadapi banyak rintangan dalam menemukan jati dirinya sebagai muslim. Sampai akhirnya, ketika ia menjadi seorang muslim. Dirinya memberikan kontribusi yang sangat besar untuk kejayaan muslim.

Karena itu, tidak ada salahnya bagi umat muslim untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari sahabat nabi satu ini. Karena kisah hidupnya yang memang sarat dengan inspirasi dan pelajaran yang bermanfaat.

Mengenal Sosok Salman Al Farisi

Perlu diakui, jika dibandingkan dengan nama sahabat nabi yang lain. Sepertinya, nama Salman Al-Farisi kurang populer. Kisahnya pun tidak terlalu sering dibicarakan dan diperbincangkan. Namun, sebenarnya hikmah yang ada dibalik kisah tokoh ini tidak kalah bermanfaatnya dengan yang lain.

Sosok Salman Al-Farisi sendiri bermula dari seorang pemuda di Persia. Tepatnya di Desa Jayyun pada kota Isfahaan. Saat muda,  mendapatkan kedudukan yang tinggi sebagai penjaga api di desanya. Sedangka, ayahnya sendiri adalah seorang kepala desa yang disegani.

Keluarga dari Salman Al-Farisi semuanya adalah penganut agama Majussi pada lingkungan tersebut. Namun, kehidupannya berubah sejak Salman Al Farisi mencari tahu mengenai agama lain. Hal ini memicu kemarahan dari ayahnya dan membuat dirinya dipenjara di rumah. Bahkan, ayahnya merantai kaki Salman dengan rantai.

Baca juga:  Mengenal Objek Wisata Terkenal di Yordania, Tertarik Mengunjunginya?

Namun, hal ini tidak menyurutkan tekad dari Salman Al-Farisi untuk mencari kebenaran mengenai Sang Pencipta. Hal inilah yang membuatnya melarikan diri dari Rumah dan memulai perjalanannya dalam menemukan kebenaran.

Perjalanan Salman Menuju Islam

Pencarian kebenaran yang dilakukan tokoh Salman Al Farisi ternyata tidak mudah. Dirinya juga tidak langsung menemukan islam sebagai agama kebenaran yang ingin diyakininya. Pencarian sosok ini dalam mencari kebenaran dimulai dari Agama Nasrani.

Di mana pada saat muda, beliau pernah melihat sekumpulan orang Nasrani sedang berdoa di gereja. Hal ini membuatnya membandingkan agama Majussi dengan agama Nasrani dan berpikir bahwa agama Nasrani lebih baik dari agamanya.

Hal ini memicu kemarahan ayahnya, kemudian merantainya di rumah. Namun, Salman memilih tidak menyerah dan melarikan diri bersama rombongan orang Nasrani menuju Syam. Namun, seiring berjalannya waktu, Salman menemukan keburukan pada penganut agama tersebut yang membuatnya tidak puas.

Sampai akhirnya, Salman Al Farisi mengikuti berbagai orang berbeda dalam agama Nasrani. Sampai, salah satu gurunya meminta ia untuk mengikuti orang dari agama lain. Salman mengikuti rombongan dari Bani Kalb untuk menuju  Negeri Arab.

Namun, dirinya ditipu dan dijual sebagai budah kepada seorang Yahudi. Perjalanan sebagai budak ini yang membuat Salman sampai di Madinah dan akhirnya bertemu dengan Nabi Muhammad.

Hikmah yang Bisa Diambil

Melalui perjalanannya yang kompleks untuk menemukan agama Islam. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisahnya. Hikmah dan pelajaran dari kisah tokoh ini bisa diterapkan dan dijadikan pelajaran pada kehidupan masa kini juga.

1. Mencari Kebenaran dengan Semaksimal Mungkin

Sejak muda, tokoh satu ini tidak menyerah untuk mencari kebenaran dalam hidupnya. Bahkan, rantai dari ayahnya, pelarian yang panjang, sampai dijual sebagai budak. Tidak meruntuhkan tekad Salman Al Farisi untuk menemukan kebenaran yang diyakininya.

Baca juga:  Jangan Lewatkan Umroh di Bulan Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya !

Sosok inipun tidak takut untuk mencari kebenaran yang sebenarnya. Walaupun, ia hidup di lingkungan yang beragama Majussi. Dirinya tidak serta merta menerima agama tersebut tanpa memikirkannya.

Tekad dalam mencari kebenaran dari tokoh ini yang bisa menjadi pelajaran besar bagi umat pada masa modern ini. Agar tidak mudah mempercayai apa yang ada di sekitar dan mencari kebenaran sejati.

2. Berani Dalam Menegakan Kebenaran

Pada saat mengikuti rombongan kaum Nasrani ke Negeri Syam. Salman disuruh untuk mengikuti Uskup yang paling shaleh. Namun, ternyata uskup ini sering mengumpulkan dana amal dari umat untuk keuntungannya sendiri.

Mengetahui hal itu, Salman langsung melaporkannya pada uskup yang lain. Salman tidak ragu sekalipun yang melakukannya adalah uskup yang paling saleh. Karena, kebenaran pada hal itu harus ditegakan.

3. Membantu Sesama Umat Muslim

Pada saat pertama kali, Salman menemukan Islam dan bertemu dengan Nabi Muhammad. Status Salman saat itu adalah seorang budak. Namun, dengan bantuan nabi dan para sahabat yang lainnya. Salman terlepas dari status budak dan menjadi orang yang merdeka.

Tokoh ini pun membalasnya dengan berkontribusi besar pada perkembangan agama islam. Terutama, dalam mengatur strategi perang dan menjadi Sahabat Nabi yang paling bijak.

Itulah kisah dari Salman Al Farisi , begitu juga berbagai hikmah yang bisa diteladani dari tokoh ini. Semoga hal-hal baik dari tokoh ini bisa diterapkan oleh umat masa sekarang di kehidupannya. Sehingga, bisa menjadi lebih baik lagi sebagai umat.

hayatun tour logo bawah Penyelenggara travel umroh dan wisata halal bersertifikat di BSD Tangerang Selatan Indonesia. Semua program dilaksanakan sesuai sunnah sehingga inshaa Allah perjalanan menjadi penuh hikmah dan bermakna.
error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!