+62 811 114 280 [email protected]

Cara Cek Keberangkatan Haji Secara Online | Mudah Anti Ribet

Keberangkatan Haji

Kini setiap calon jamaah haji tak perlu repot lagi karena ada cara cek keberangkatan haji secara online.

Cara Cek Keberangkatan Haji

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, membuat daftar tunggu keberangkatan haji semakin panjang. Bahkan menurut kabar terbarunya bisa mencapai 41 tahun.

Banyaknya kesadaran masyarakat untuk menunaikan ibadah ke tanah suci ini tidak selaras dengan kuota haji yang diberikan Kerajaan Arab Saudi. Sementara itu Indonesia memiliki kuota haji regular berjumlah 201.000 jamaah setiap tahunnya.

Lamanya daftar tunggu haji menandakan banyaknya peminat umat muslim untuk melaksanakan ibadah haji. Untuk mengetahui perkiraan berangkat haji, kini ada cara cek keberangkatan haji secara online sehingga lebih praktis. Namun sebelum diulas lebih lanjut mengenai caranya, alangkah baiknya mengetahui tentang definisi dan makna haji itu sendiri.

Apa Itu Haji?

Sebagai salah satu ibadah dari lima rukun Islam, haji merupakan sebuah perjalanan spiritual menuju rumah Allah atau Baitullah. Keberangkatan haji tidak serta merta sebagai perjalanan wisata yang tidak bermakna. Ibadah haji merupakan wujud ketaqwaan dan kecintaan kita pada Sang Khalik dengan berpulang kepada Allah untuk menuju kesempurnaan.

Haji memiliki makna tersirat dalam kehidupan manusia. Belajar dari kisah Ismail AS yang rela mengorbankan diri untuk disembelih oleh ayahnya, Ibrahim pertanda wujud taqwa kepada perintah Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa haji bermakna sebagai proses perjalanan revolusi seseorang mencapai manusia sejati.

Hikmah Ibadah Haji

Sebuah perintah, tentu memiliki maksud dan tujuan tertentu. Tidak berbeda dengan perintah untuk melaksanakan ibadah haji, sehingga masuk dalam salah satu rukun Islam. Dengan menunaikan ibadah ke Baitullah ini akan berdampak atau berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Terdapat beberapa manfaat dan hikmah, saat seseorang melaksanakan keberangkatan haji pada bulan Dzulhijah.

Baca juga:  Simak Pengertian Wukuf, Tata Cara, dan Hal-hal yang Harus Dihindari

Adapun manfaat dan hikmah dari ibadah yang diwajibkan namun diringankan (hanya dilakukan oleh yang sudah mampu) ini adalah sebagai berikut :

Penyerahan diri kepada Allah SWT

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ismail yang menyerahkan diri kepada Allah SWT dengan berkorban untuk disembelih. Penunaian ibadah haji oleh jamaah merupakan bentuk bukti penyerahan diri seorang hamba kepada Sang Pencipta. Perjalanan menuju rumah Allah ini akan memberikan kepuasan batiniah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melatih Disiplin

Saat melaksanakan keberangkatan haji, jamaah akan dilatih untuk menjadi seorang yang disiplin. Karena setiap langkah dalam perjalanan spiritual ini sudah diatur sedemikian rupa melalui sebuah tata tertib. Dimulai dari niat dengan mengenakan kain ihram hingga mematuhi aturan yang berlaku pada negeri orang. Karena di tanah suci ini berlaku hukum qisas, dimana setiap pelanggaran yang terjadi akan dibalas dengan hukuman sama dengan apa yang diperbuat pelaku.

Mewujudkan persaudaraan.

Mekkah dan Madinah di Arab menjadi pusat umat muslim berkumpul saat musim haji. Selain melakukan ibadah wajib, keberangkatan haji disinyalir bisa juga untuk mewujudkan persaudaraan. Pasalnya ketika menunaikan ibadah satu ini, akan bertemu banyak umat muslim dari seluruh penjuru dunia dengan jumlah jutaan jamaah

Memperoleh ketenangan batin

Kehidupan manusia sudah pasti dipenuhi oleh berbagai masalah, berat atau tidaknya masalah tergantung bagaimana kita memperlakukan masalah tersebut. Saat perjalanan menuju Baitullah ini terlaksana, maka seseorang akan memperoleh ketenangan bathin. Karena pada moment inilah keinginan seseorang akan bisa segera terwujud.

Perjuangan mencari rejeki

Perjalanan dari Bukit Shafa ke Marwah merupakan salah satu dari rangkain runtunan haji yang melambangkan perjuangan dalam memperoleh sesuatu. Seperti halnya yang dilakukan oleh Siti Khajar saat mencari air untuk Ismail. Selain itu dalam Alquran juga tertera bahwa keberangkatan haji  ini, disinyalir bisa terhindar dari kekafiran

Baca juga:  Program Umroh Exclusive Bintang 5 Termurah

Penghapus dosa

Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, jadi bertobatlah sebelum ajal menjemput. Bertobat di rumah Allah, akan semakin memberi peluang untuk diterima tobatnya jamaah. Salah satu manfaat dari perjalanan ke tanah suci ini adalah untuk menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat sebelumnya

Setiap perbuatan akan menyimpan manfaat dan hikmah tersendiri bagi seseorang yang menjalankan. Terlaksananya keberangkatan haji  seseorang akan memiliki manfaat dan hikmah yang bisa dirasakan oleh calon jamaah. Itulah keenam hikmah dibalik perjalanan spiritual menuju Baitullah pada Bulan Dzulhijah.

Ilustrasi Perhitungan

Tidak selarasnya kuota haji dengan jumlah peminat haji yang semakin hari terus meningkat menjadi suatu problematika tersendiri. Semakin lama calon jamaah menunggu, akan semakin berkurang pula kekuatan fisiknya karena factor usia. Untuk itu sebaiknya rencanakan salah satu ibadah rukun Islam ini secara matang dengan perencanaan anggaran yang baik.

Mengingat problematika tersebut, banyak bank-bank penerima setoran untuk ibadah haji menawarkan program-program seputar haji. Seperti tabungan haji dengan setoran awal Rp 100.000, dan penambahan saldo setiap bulannya. Hal ini membuat para calon jamaah haji bisa menabung dan mendaftar haji sejak dini dengan usia yang masih muda dan kondisi masih prima.

Sebagai ilustrasi perhitungan keberangkatan haji, dapat dicontohkan dengan menabung sejak usia anak satu tahun. Setoran awal 100ribu dan per bulan sekitar 200ribu maka di saat usia anak Anda 12 tahun sudah bisa mendaftar haji.

Karena setoran awal minimum untuk daftar haji adalah Rp 25juta dan minimal berusia 12 tahun. Dengan masa tunggu 20 tahun, maka Anak anda bisa berangkat saat usia 32 tahun, sehingga fisik pun masih prima. Jadi segera rencanakan anggaran tabungan haji keluarga Anda sejak dini.

Baca juga:  Perbedaan dari Umroh dan Haji Adalah

Cara Cek Keberangkatan Haji

Saat calon jamaah sudah mendaftar dengan menyerahkan bukti setoran awal 25 juta ke bank yang bekerja sama dengan pemerintah, maka calon jamaah akan mendapatkan nomor porsi haji. Nomor porsi haji ini digunakan untuk mengetahui perkiraan tahun keberangkatan calon jamaah.

Nomor porsi haji merupakan bukti bahwa Anda telah terdaftar sebagai calon jamaah haji resmi di Kementerian Agama. Nomor porsi ini dimaksudkan mempermudah calon jamaah mempersiapkan segala sesuatunya karena mengetahui perkiraan keberangkatan haji.

Adapun cara mengecek keberangkatan haji dapat dilakukan seca online dengan langkah-langkah di bawah ini :

  1. Dapatkan nomor porsi haji setelah Anda melakukan pendaftaran di bank dengan setoran awal BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji)
  2. Setelah mendapatkan rangkaian berkas dari bank dan Kementerian Agama setelah mendaftar.  Akses situs resmi dari Kementerian Agama di haji.kemenag.go.id
  3. Situs ini akan menampilkan halaman awal dan Anda akan menemukan halaman untuk mengecek nomor urut ibadah haji yang tercantum sebagai nomor porsi pada setoran BPIH.
  4. 10 digit angka pada nomor porsi yang terletak di sebelah kiri atas bukti setoran dan bertuliskan no porsi, dapat Anda masukkan pada halaman pencarian nomor porsi.
  5. Untuk melihat perkiraan waktu keberangkatan haji, langkah selanjutnya setelah input nomor porsi, adalah klik “cari”
  6. Data calon jamaah akan muncul setelah klik “cari” mulai dari nama calon jamaah, tempat tinggal, hingga perkiraan tahun keberangkatan baik tahun masehi maupun hijriah.

Demikianlah langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk mengetahui estimasi keberangkatan  Anda. Seiring berkembangnya waktu hal ini semakin memudahkan calon jamaah untuk memperkirakan waktu keberangkatan haji. Biar ibadahmu tidak terhalang oleh factor usia, segeralah bergabung dengan berbagai program-program pemerintah dan bank yang ditawarkan.

error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!