+62 811 114 280 [email protected]

Sungai Eufrat, Penentu Kapan Hari Kiamat

Sungai Eufrat

Sungai Eufrat menjadi sungai terbesar yang ada di Asia Barat Daya. Kurang dari 30% cekungan sungai ini masuk di wilayah Turki. Terdapat ngarai-ngarai curam di bagian hulu sungai.

Sungai Eufrat merupakan salah satu sungai yang paling istimewa dalam sejarah Islam. Bahkan demikian istimewanya, Rasulullah SAW menyebut Sungai Eufrat sebagai sungai surga. Rasulullah SAW bersabda, “Jeihan, Seihan, Nil, dan Eufrat adalah sungai-sungai surga.”

Eufrat dalam bahasa Arab (al-Furat) menurut Dr Syauqi Abu Khalil berarti air yang paling segar. Eufrat itu sendiri merupakan sungai dengan aliran dari timur laut Turki dan membelah pegunungan Toros. Sungai ini juga melewati Irak di al-Bukmal, melewati Suriah di Jarablus kemudian di al-Qurnah bertemu Sungai Tigris.

Hampir sama seperti sungai besar lainnya, Sungai Eufrat juga memiliki beberapa anak sungai yaitu al-Khabur dan al-Balikh. Tetapi kedua anak sungai tersebut saat ini sudah kering. Sungai Eufrat termasuk sungai yang sangat panjang. Panjang sungai ini mencapai 1.730 mil atau 2.375 km. Eufrat bersama Sungai Tigris merupakan sungai besar yang merupakan ciri khas Mesopotamia. Air di sungai ini berasal dari Anatolia, dataran tinggi Turki yang bermuara di Teluk Persia.

Eufrat Menjadi Cikal Bakal Peradaban Bangsa Sumeria

Sungai Eufrat sejak berabad-abad silam telah menjadi sumber untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Sungai ini pada abad ke-4 SM telah mendorong peradaban Bangsa Sumeria. Sumeria adalah penguasa pertama di daerah Mesopotamia.

Bangsa Sumeria telah menghasilkan kebudayaan seperti bentuk tulisan yang dikenal dengan huruf paku, material bahan bangunan yang menggunakan batu bata untuk tembok rumah, menemukan penanggalan 1 tahun terdiri dari 12 bulan (350) hari dan satu hari terdiri dari 24 jam, 1 jam adalah 60 menit,1 menit adalah 60 detik, dan lingkaran memiliki sudut 360 derajat. Bangsa Sumeria di bidang sastra menghasilkan wiracarita atau cerita kepahlawanan berjudul Gilgames. Selain budaya Sumeria, sungai Eufrat juga mendorong berkembangnya beberapa kota kuno di sekitar lembah sungai ini seperti Sippar, Mari, Nippur, Uru, Shuruppak, dan Eridu.

Baca juga:  Palestina; Tanah Yang Suci Namun Terus Dirundung Konflik

Mesopotamia, Kawasan yang Diapit Eufrat dan Tigris

Republik Irak merupakan kawasan yang dulunya bernama Mesopotamia. Dalam bahasa Yunani kawasan tersebut berarti daerah di antara 2 sungai. Yang dimaksud 2 sungai di sini tentu saja adalah Eufrat dan Tigris. Sebenarnya nama Mesopotamia telah digunakan oleh para penulis Latin Kuno dan Yunani seperti Srabo dan Polybius.

Mesopotamia adalah daerah bermedan keras. Kawasan tersebut dulunya sering mengalami banjir tetapi di sisi lain juga kekeringan. Selain itu, tanahnya juga sering berubah dari gurun menjadi tanah lumpur. Meskipun demikian, kawasan ini menawarkan kehidupan yang baik bagi penduduk sekitar, khususnya Mesopotamia selatan yang merupakan tempat penyaluran air Sungai Eufrat ke kanal-kanal.

Hal tersebut memunculkan kawasan pertanian yang subur. Dari kawasan pertanian ini muncul daerah-daerah perdagangan yang penting. Menurut parah ahli arkeologi, di jaman Neolitikum sudah ada usaha peternakan dan pertanian di sebelah utara Tigris.

Menurut sejarah, di Mesopotamia telah terjadi pergantian kekuasaan berkali-kali. Bangsa Sumeria adalah penguasa paling awal. Kemudian datang bangsa Akadia pada sekitar 3.300 SM ke kawasan tersebut dan tinggal di Mesopotamia selatan bersama bangsa Sumeria.

Kemudian bangsa Amori datang ke sana sekitar 2000 SM dan membentuk daerah kekuasaan baru. Mereka membangun Babilonia di daerah selatan. Mereka juga membangun Niniwe dan Asyur di daerah utara. Bangsa Asyur dan Babilonia adalah bangsa-bangsa terkuat di Mesopotamia. Kedua bangsa itulah yang berperan penting di sejarah Israel.

Babilonia, Kota Tertua di Dunia

Babilonia disebut-sebut sebagai kota tertua di dunia. Kota ini dikenal akan keindahannya. Belum ada yang mengetahui kapan tepatnya kota ini berdiri. Kota ini disebut merupakan peninggalan dinasti Babilonia lama dan diperbarui oleh Raja Nebukadnezar dari Neo-Babylonia.

Baca juga:  Turki, Bukti Kisah Kejayaan Peradaban Islam

Hal ini diperkuat dengan adanya taman gantung di Babilonia yang sampai saat ini menjadi destinasi wisata paling populer. Taman gantung ini dibangun oleh Nebukadnezar untuk Amites, permasurinya. Letak taman ini berada di seberang patung singa Babylon yang merupakan symbol penjaga kota di era Nebukadnezar. Di era kerajaan Sumeria 4500-2000 SM, Babilonia juga dikenal dengan Kadinyirra yang artinya Gerbang Tuhan.

Jalan Prosesi merupakan jalan terpenting di Babilonia. Jalan tersebut memiliki panjang 2,5 km dan menghubungkan beberapa tempat di kompleks Babilonia. Tempat tersebut antara lain adalah Gerbang Ishtar, Menara Babilon, dan Jembatan. Ada juga Kuil Ninmakh yang merupakan kuli persembahan untuk ibu para dewi.

Sungai Eufrat Mengering Merupakan Pertanda Kiamat

Dalam sepanjang sejarah peradaban manusia, Sungai Eufrat belum pernah sekalipun mongering walaupun lokasinya terletak di Jazirah Arab yang terkenal sangat kering. Mengeringnya Sungai Eufrat dalam kepercayaan agama Islam merupakan tanda kiamat untuk kehidupan alam semesta. Hal ini bukan sekedar mitos karena telah dijelaskan dalam hadist shahih.

“Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat kering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya. Dari 100 orang (yang berperang), terbunuh 99 orang dan setiap orang berharap untuk bisa selamat dari perang itu” (HR Muslim). Jadi siapapun yang datang ke sana sebaiknya tidak mengambil apapun dari sungai ini.

Menurut hadist riwayat Imam Muslim, kiamat tidak terjadi sebelum Sungai Eufrat mongering yang nanti menyingkap gunung emas. Kemudian gunung emas tersebut diperebutkan dan menyebabkan manusia berperang dan memutuskan tali silaturahmi.

Sungai Eufrat Mulai Mengering

Sungai Eufrat mengalir dengan volume air hingga miliaran kubik setiap harinya. Dengan kondisi air yang melimpah, sebenarnya mustahil jika sungai ini mengering. Hal ini juga terbukti bahwa sejak Sungai Eufrat ditemukan oleh manusia, aliran airnya tidak pernah kering sekalipun bahkan sampai saat ini.

Baca juga:  26 Tempat Wisata Di Mesir Yang Mengesankan dan Bersejarah

Walaupun demikian, Rasullulah SAW bersabda bahwa nanti sungai besar ini akan sungguh-sungguh kering dan menimbulkan bencana besar Ribuan tahun berlalu sejak Rasullulah SAW bersabda dan Eufrat belum menunjukkan tanda-tanda akan mengering. Tetapi beberapa waktu belakangan ini, para ilmuwan menemukan bahwa Eufrat telah mulai mengalami penyusutan hingga 144 juta kubik.

Salah satu faktor penyebab mengeringnya Sungai Eufrat adalah karena proyek pengembangan Anatolia di selatan yang menggunakan air dari Sungai Eufrat dan Tigris. Air tersebut digunakan untuk mengairi sekitar 1,7 hektar lahan untuk membangun 19 PLTA dan 22 dam. Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka tinggal menunggu waktu saja hingga sungai ini benar-benar kering.

Perang Besar Menanti Jika Eufrat Mengering

Penyebab kiamat sebenarnya menurut para ulama bukan karena Sungai Eufrat yang mengering, tetapi dari perang besar karena memperebutkan gunung emas yang timbul setelah sungai mengering. Disebutkan bahwa orang-orang akan saling membunuh demi mendapat hak untuk gunung emas tersebut.

“Al-furat dengan simpanan emas hampir terbuka. Siapa yang mendatanginya jangan sekali-kali untuk mengambilnya.” (HR. At-Tirmidzi). Di Sungai Eufrat gunung emas merupakan tanda bahwa kiamat semakin dekat. Maka umat Islam disarankan untuk menjauhi gunung emas tersebut dan lebih menyiapkan diri untuk di akhirat.

error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!