+62 811 114 280 [email protected]

Alhambra, Saksi Kejayaan Islam di Spanyol

alhambra

Alhambra merupakan salah satu wisata terkenal di dunia yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Terletak di Granada, Andalusia, Spanyol destinasi ini berupa kompleks banteng. Alhambra atau Calat Alhambra dulunya sempat terbengkalai. Kemudian banteng ini direnovasi oleh King Moorish, raja Granada pada abad ke-11. Benteng ini juga diubah menjadi istana pada tahun 1333 oleh Sultan Granada Yusuf I. Kemegahan bangunan tersebut dapat dinikmati hingga saat ini dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Nama Alhambra belakangan ini juga populer sejak menjadi latar drama korea berjudul Memories of The Alhambra. Drama Korea tersebut mengambil latar keindahan Kota Granada yang memiliki Istana Alhambra sebagai bangunan ikonik.

Memiliki jejak Islam, istana ini merupakan destinasi favorit para wisatawan muslim. Sebelum pandemi, Alhambra dalam satu tahun dikunjungi oleh setidaknya 2 milyar orang. Alhambra disebut-sebut sebagai kompleks istana Arab kuno yang paling indah dan paling terpelihara. Istana ini terletak di bukit La Sabica yang berada di ketinggian 150 mdpl.

Istana ini menjadi pusat kekuasaan Dinasti Bani Ahmar,dinasti Islam terakhir yang ada di Andalusia. Alhambra menjadi saksi bisu kejayaan dan kehancuran Islam di Andalusia. Sultan Muhammad bin Al-Ahmar pada tahun 1232M membangun istana indah di bukit La Sabica di Granada, Spanyol. Selanjutnya istana ini dikenal dengan Alhambra.

Alhambra dalam bahasa Arab (qa’lat al-hambra) artinya ‘istana merah’. Dinamai istana merah karena memang warnanya kemerah-merahan. Istana ini berada di lokasi yang paling strategis di kota Granada. Ketika berkunjung ke istana tersebut, pengunjung dapat melihat pemandangan seluruh kota ini sejauh mata memandang.

Komplek istana ini juga sangat luas sekitar 14 hektar dan dikelilingi benteng-benteng yang polanya tidak beraturan. Tulisan tertua mengenai keberadaan situs bersejarah ini ditulis oleh Sawwar bin Hamdun pada tahun 889M. Menurut cerita dalam catatan tersebut saat terjadi perang sipil di Cordoba pada masa kekhalifahan Bani Umayyah, Sawwar mencari perlindungan di benteng bernama Alcazaba.

Baca juga:  Perkembangan Sejarah Peradaban Muslim di Bolgar, Rusia

Alcazaba saat ini dipercaya sebagai tempat pertama dan bangunan tertua di area tempat berdirinya Alhambra. Istana ini menjadi satu-satunya kota peninggalan dari kerajaan palatine yang masih ada dari masa keemasan Islam dan Dinasti Nasrid. Dinasti tersebut kerajaan Islam terakhir yang ada di Eropa Barat

Pintu masuk ke kompleks utama Alhambra terletak di belakang Puerta del Vino dan Plaza de los Alhibes. Secara umum Istana Alhambra terdiri dari 3 kompleks yaitu Mexoire, Istana Komares, dan Istana Lviv. Mexoire untuk organ keadilan, Komares untuk kediaman resmi raja, sedangkan Lviv adalah kamar pribadi raja. Ketiga kompleks tersebut dibangun di masa pemerintahan yang berbeda.

El Mexoire

Mexoire atau Mexuar adalah bagian yang tertua. Sebagian catatan sejarah masih meragukan asal usul dari bangunan tersebut. Menurut catatan penyair terkenal di era pemerintahan Bani Ahmar bernama Ibn Zamrak, bangunan ini dibangun oleh Sultan Muhammad I. Istana tersebut dijadikan sebagai tempat tinggal utama dan ruang kerjanya.

Bagian istana ini juga menjadi tempat raja-raja Granada bertemu dengan rakyat. Tempat ini juga menjadi saksi tindakan hukum resmi saat itu. Sebagian Mexoire telah hancur sehingga tidak terlihat seperti istana. Hal ini karena terjadi pembangunan kembali di masa pemerintahan Yusuf I dan dibangun sebuah gereja Kristen oleh Raja Katolik setelah penaklukan Granada.

Bagian interior Mexoire sudah banyak direnovasi dan ditambahkan. Tetapi bagian dalamnya masih terlihat utuh dan menunjukkan arsitektur Islam. Hal ini dapat dilihat dari 4 pilar dan kolom di dalamnya serta kaligrafi di dinding dengan tulisan kufi dan corak marmer di dindingnya. Ruang bawah tanah di aula Mexoire terlihat sangat menakjubkan.

Ruang bawah tanah tersebut dihiasi ubin dengan moto khas Dinasti Nasrid. Dari balkon, pengunjung dapat menikmati pemandangan Albayzin yang banyak dihiasi kaligrafi Arab dengan kata-kata pujian untuk Mohammad V dan ayat Alquran. Raja ini pula yang memberi instruksi untuk membangun Cuarto Dorado atau Ruang Emas yang menghubungkan Mexoire dan istana Comares. Cuarto Dorado menghadap ke Patio del Mexuar.

Baca juga:  Menikmati Keindahan Musim Gugur Di Eropa Timur Bersama Hayatun Tour

Istana Comares

Ini adalah bangunan utama dari situs kompleks istana Alhambra. Pasalnya aula istana ini merupakan singgasana sultan dan menjadi tempat kediaman raja. Nama ini baru muncul di abad ke-17. Nama tersebut berasal dari waduk berbentuk persegi panjang yang mendominasi bagian halaman. Pembangunan istana ini sebagian besar dilakukan di masa pemerintahan Sultan Yusuf I kemudian diselesaikan oleh putranya bernama Sultan Muhammad V.

Di bagian interior, ada 2 ikon khas istana Comares yakni kolam besar di tengah-tengah istana dan Menara Comares. Kolam besar tersebut bernama Patio de Los Arravanes atau Arrayan. Sementara itu Menara Comares adalah menara terbesar dari semua menara di komplek istana,

Menara Comares berada di sebelah utara Istana Comares dan memiliki ketinggian hingga 45 m. Menara tersebut memiliki struktur bersambung dengan benteng dan terlihat berwarna kemerahan. Menariknya, di dalam menara tersebut ada sebuah aula besar bernama Embajadores. Aula tersebut merupakan yang paling besar dari seluruh ruangan di Alhambra. Dulunya, aula tersebut berfungsi sebagai ruang kenegaraan dan digunakan untuk menerima tamu negara.

Istana Lviv

Di dekat Istana Comares terdapat Palacio de los Leones atau Istana Singa. Istana tersebut menjadi mahkota dari keindahan di Alhambra. Istana ini didirikan sebagai rumah peristirahatan oleh Sultan Muhammad V. Lokasinya tepat berada di sebelah Istana Comares.

Dinding istana tersebut dipenuhi oleh dekorasi kaligrafi dengan corak Kufi berupa puisi-puisi karya 3 penyair terkenal di Alhambra yaitu Ibn al-Jatib, Ibn al-Yayvabm dan Ibn Zamrak. Ibn Zamrak menjadi penyair yang paling populer di Alhambra dan sempat menjabat sebagai perdana Menteri dan sekretaris kerajaan. Istana ini memiliki ikon berupa kolam air mancur bernama Patio de los Leones. Sesuai dengan namanya, air mancur tersebut dikelilingi oleh 12 patung singa dan keluar air mancur dari mulut patung-patung tersebut.

Baca juga:  Sejarah Perdaban Islam di Cordoba

Di punggung singa tersebut dilengkapi semacam tangki dari bahan marmer. Halaman tersebut dikelilingi oleh 3 aula yaitu Abenserrach, Kings, dan Stalactit. Secara umum. arsitektur bangunan istana ini dipengaruhi oleh gaya Kristen. Aula stalaktit berupa lobi khas kastil. Aula tersebut dinamai demikian karena mengingatkan pada stalaktit gua.

Alhambra menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat populer bagi wisatawan muslim. Destinasi ini juga telah ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1984 bersama Albaicin dan Taman Generalife. Destinasi ini telah dianggap sebagai pencapaian tertinggi arsitektur Moor di wilayah Eropa Barat. Hal ini tidak mengherankan karena arsitekturnya yang memang mengagumkan. Setidaknya perlu waktu seharian untuk menjelajahi seluruh area di objek wisata ini. Selain itu jumlah pengunjung di sana juga dibatasi yaitu hanya 8.800 orang per hari untuk menjaga kelestarian bangunan tersebut.

error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!