+62 811 114 280 [email protected]

Keutamaan I’tikaf di Masjidil Haram Sebagai Salah Satu Ibadah

itikaf

Sebenarnya melakukan I’tikaf boleh dilakukan di masjid mana saja. Hal ini tertuang dalam surat Al – Baqarah ayat 187 yang menyebutkan disyaratkanya masjid, tanpa dikhususkan masjid tertentu. Namun, bagi umat muslim yang mendapatkan kesempatan beristi’tikaf di masjidil haram adalah sebuah keistimewaan. Karena, memiliki pahala yang yang luas biasa dan tidak dapat ditandingi di tempat manapun. Pahala ini akan semakin berlipat ganda terutama dalam bulan suci Ramadan.

Keutamaan I’tikaf di masjidil haram menjadi salah satu keistimewaan. Bahkan nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk mengunjungi masjid ini. Masjid Al-Haram menjadi satu-satunya masjid yang di dalamnya terdapat ka’bah Al Musyarrafah. Saat melakukan I’tikaf di masjidil haram sebaiknya banyak mengerjakan shalat. Sebab shalat di masjidil haram memiliki nilai 100 kali lipat dibandingkan shalat dimanapun.

Apa Itu I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri dimasjid disertai dengan niat yang tulus. Niat semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. I’tikaf dianjurkan dilakukan di bulan Ramadan, terutama di sepuluh malam terakhir. Hukum I’tikaf sendiri asalnya sunnah, namun bisa menjadi wajib jika dinazarkan.

I’tikaf di bulan Ramadan dapat disebut sebagai ruang untuk umat muslim untuk menghilangkan dosa dalam hati. Lebih baik lagi bila seorang muslin melakukan l’tikaf di masjidil haram. I’tikaf di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan dimaksudkan untuk mencari malam lailatul qadar. Dimana, malam ini lebih baik dari malam seribu bulan.

Berikut adalah sebuah hadis yang menjelaskan amalan l’tikaf saat bulan Ramadan yaitu :

“ Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma. Ia berkata bahwa Rasullah SAW biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan (HR.Bukhari)

Baca juga:  Memahami haji Tamattu, Pengertian, Dalil, Sampai Cara Pelaksanaan

“ Nabi SAW beri’tikaf pada sepuluh hari akhir dari Ramadan hingga wafatnya kemudian istri-istri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau”.

Tata cara Melakukan I’tikaf

Keutamaan l’tikaf dimasjidil haram dikerjakan dengan berbagai amalan sholeh yang dapat dilakukan. Selama berdiam diri anda bisa melakukan aktivitas keagamaan sehingga l’tikaf bisa menjadi lebih berkah. Di bawah ini merupakan tata cara melakukan l’tikaf yang perlu anda lakukan.

1. Niat l’tikaf

“ Nawaitu an a’takifa fi hadzal masjidil ma dumtu fih “

Artinya : “ saya berniat itikaf dimasjid ini selama saya ada didalamnya “.

Adapun niat lain yang bisa anda gunakan adalah niat I’tikaf dari kitab Al-Majmu karya imam An-Nawawi.

“ Nawaitu I’tikafa fi hadzal masjidil illahi ta’ala

Artinya : “ saya berniat iktikaf di masjid ini karena Allh SWT

2. Rukun l’tikaf

Terdapat 4 rukun l’tikaf yang perlu anda perhatikan diantaranya :

· Niat

· Berdiam diri di dalam masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah salat

· Masjid

· Orang yang beritikaf

3. Syarat itikaf

Untuk melaksanakan sebuah l’tikaf terdapat beberapa syarat yang harus dipatuhi. Dengan begitu proses l’tikaf yang anda laksanakan diterima oleh Allah SWT.

Beragama islam

Beragama islam adalah syarat mutlak yang harus ada dalam diri seseorang yang melakukan l’tikaf. Karena, pada dasarnya l’tikaf sendiri merupakan sebuah ibadah untuk memperbanyak pahala dan menghapus dosa. Untuk itu, dalam peribadahannya diwajibkan seorang muslim. Setiap ibadah yang tidak dilaksanakan dengan syarat islam maka tidaklah diterima dan tidak ada pahala

Berakal

Syarat kedua yang ada harus ada dalam pelaku l’tikaf yaitu berakal. Dalam ibadah apapun seseorang harus mempunyai akal yang sehat. Orang gila atau tidak berakal tidak bisa dibebani taktif. Orang tidak berakal tidak akan mengerti mana yang benar dan salah. Padahal sebuah ibadah di dasari dengan niat yang tulus. Dan orang tidak berakal tidak dapat melakukan hal tersebut.

Baca juga:  MAA SYAA ALLAH .... PENGARUH SHALAT TAHAJUD DAPAT MENINGKATKAN KEKEBALAN...

Suci dari haid, junub dan nifas

I’tikaf adalah ibadah yang harus dilakukan di dalam masjid. Masjid adalah tempat suci bagi umat muslim. Dijelaskan wanita haid, orang yang junub (suami istri yang telah bersetubuh atau mimpi bersetubuh tetapi belum mandi) dan melahirkan tetapi belum sampai hari ke 40. Dimana, orang-orang tersebut dilarang masuk atau tinggal di masjid.

Hal yang membatalkan ibadah l’tikaf

Keutamaan l’tikaf dimasjidil haram dapat dilakukan oleh setiap muslim yang memiliki kesempatan yang mulia ini. Namun, ada hal lain yang harus diperhatikan oleh umat islam ketika menjalankan ibadah ini. Yakni hal yang dapat membatalkan ibadh l’tikaf itu sendiri.

· Pria yang mengeluarkan sperma

· Pasangan yang melakukan hubungan suami istri

· Mabuk dengan sengaja

· Murtad

· Nifas

· Haid

· Keluar tanpa alasan yang jelas

· Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda

· Keluar dengan alasan hingga beberapa kali. Padahal ia keluar karena keinginan sendiri

Adab saat melaksanakan l’tikaf

· Berdoa

· Membaca dzikir

· Membaca Al-quran ataupun hadis

· Bersholawat kepada nabi Muhammad SAW

· Mengharap ridho dari Allah SWT dengan niat hati yang bersih

· Jangan menyibukkan diri dengan perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat

· Sedikit makan, minum dan tidur sehingga lebih khusyuk

· Menjaga kesucian dan kebersihan diri di tempat l’tikaf

Keutamaan ibadah l’tikaf

Sebagi suatu amalan yang sangat disarankan dilakukan ketika bulan Ramadan. I’tikaf sangat bermanfaat untuk manusia itu sendiri. Bahkan dapat menjadi bekal pahala yang sangat besar di akhirat nanti. Adapun keutamaan dari ibadah I’tikaf adalah.

· Dihapuskan dari dosa dan diganti dengan kebaikan

Baca juga:  Berikut Hukum, Keutamaan dan Lafal Bacaan Talbiyah Ibadah Haji dan Umrah beserta Artinya

I’tikaf dapat menghapus dosa-dosa di masa lalu dan digantikan dengan kebaikan. Tentu saja, dihapusnya dosa sangat diharapkan oleh setiap muslim. Karena, manusia dengan penuh dosa dapat menjadi penghambat menuju surga. Melakukan I’tikaf akan menghapus dosa dimasa lalu bila kerjakan dengan niat yang tulus

· Pahala I’tikaf digambarkan layaknya pahala haji dan umrah

Pahala I’tikaf mengandung pahala yang sanga besar. Bahkan digambarkan seperti pahala saat melakukan haji dan umrah. Hal ini diperjelas dalam hadis Baihaqi yang mana Rasullah bersabda “ barang siapa yang melakukan I’tikaf 10 hari di bulan Ramadan maka padahal yang di dapat seperti orang yang dua kali haji dan umrah.

· Memiliki kesempatan mendapatkan malam lailatul qadar

Rasulullah SAW melaksanakan I’tikaf bertujuan agar mendapatkan malam lailatul qadar. Untuk itu, anda juga bisa memiliki kesempatan mendapatkan malam laialtul qadar dengan banyak berdoa dan berzikir.

Melakukan I’tikaf di masjidil Haram

Keutamaan I’tikaf di masjidil Haram sepatutnya manusia bersyukur karena mendapatkan kesempatan tersebut. Jika anda melakukan l’tikaf di masjidil Haram setidaknya anda akan melakukan ibadah-ibadah berikut.

· Melakukan sunnah Nabi yaitu berziarah ke masjidil Haram dan masjidil An Nabawi

· Melaksanakan umrah di bulan Ramadan. Karena setiap yang berziarah ke tanah suci diutamakan baginya untuk melakukan ibadah umrah

· Thawaf di baitullah. Pahala melakukan thawaf sangatlah besar. Bahkan sebesar pahala membebaskan budak. Dan tidak ada tempat lain yang boleh melakukan thawaf kecuali di Baitullah.

· Pahala melakukan shalat di masjidil Haram akan dilipat gandakan menjadi 100 kali.

Amal shaleh yang begitu banyak dan dilipat gandakan. Seperti bersedekah, dzikir, berdoa dan amal shaleh lainnya.

error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!