+62 811 114 280 [email protected]

Memahami haji Tamattu, Pengertian, Dalil, Sampai Cara Pelaksanaan

haji tamattu adalah

Ibadah haji diwajibkan untuk setiap muslim yang memiliki kemampuan. Mampu di sini bukan hanya secara fisik, tetapi juga finansial dan mental. Biasanya ibadah haji dikaitkan dengan panggilan. Hal ini diambil dari fakta bahwa banyaknya orang kaya yang mampu haji tetapi tidak bersedia melakukannya.

Orang Indonesia sendiri jika melakukan haji ke tanah Suci Makkah pasti melakukan haji tamattu. Hal ini dikarenakan haji tamattu adalah haji yang paling ringan fleksibel jika dibandingkan dengan jenis-jenis haji lainnya. Hal ini akan sangat emmbantu bagi umat muslim Indonesia yang mendapatkan jadwal keberangkatan haji di awal musim.

Namun terdapat juga konsekuensi yang harus dibayarkan untuk melaksanakan haji tamattu ini. Penasaran dengan penjelasannya? Simak ulasan berikut sampai selesai.

Pengertian Haji Tamattu

Jika diambil secara bahasa, Tamattu sendiri artinya adalah bersenang-senang. Ibadah haji tamattu artinya ibadah haji yang dilakukan dengan dimulai dengan pelaksanaan Umrah terlebih dahulu ketika jamaah tiba di Tanah suci Makkah.

Setelah rangkaian umrah selesai, pakaian ihram bisa dilepas dan beraktivitas seperti biasa. Ketika rangkaian haji dimulai barulah pakaian ihram dipakai Kembali dan melakukan ibadah haji sesuai dengan rukunnya.

Konsekuensi Haji Tamattu

Memang dikatakan bahwa haji Tamattu adalah yang paling ringan di antara haji lainnya. Namun terdapat konsekuensi yang harus ditunaikan yaitu membayar dam atau berpuasa. Dam haji tamattu adalah sembelihan seekor kambing.

Sedangkan untuk jamaah yang tidak menemukan kambing untuk disembelih diwajibkan untuk berpuasa 3 hari di Makkah dan Madinah, serta 7 hari ketika sudah pulang ke tanah Air Indonesia atau kampung halamannya masing-masing.

Baca juga:  Bagaimana Pelaksanaan Tata Cara Umroh? Berikut Urutannya

Dalil Haji Tamattu

Haji Tamattu adalah haji yang dijelaskan secara langsung di dalam di surat Al Baqarah ayat 196 yang berbunyi

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Artinya

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.

Penjelasan haji Tamattu dijabarkan secara lengkap di dalam ayat di atas, mulai dari keadaan yang memperbolehkannya sampai dengan konsekuensi yang mengikutinya.

Tata Cara Haji Tamatu

Haji Tamattu sendiri dimulai dengan melaksanakan Umrah Tamattu. Dalam pelaksanaan umrah Tamattu dimulai dengan berihram. Jamaah diwajibkan menggunakan kain ihram dan melaksanakan ketentuan-ketentuan selama berihram.

Baca juga:  Jelaskan Perbedaan Rukun Dan Wajib Haji!

Setelah mengenakan Ihram yang harus dilakukan berikutnya oleh jamaah adalah melakukan Thawaf sebanyak 7 kali mengelilingi Ka’bah. Thawaf dilakukan dengan keadaan sudah berwudlu dan menutup aurat dengan ihram. Kemudian Sa’i dan Tahallul. Jamaah umumnya mencukup Sebagian rambut saja ketika umrah tamattu.

Pelaksanaan haji Tamattu setelah umrah Tamattu dimulai pada 8 Dzulhijjah di mana jamaah wajib mengenakan Ihram Kembali dan bersuci. Setelah itu jamaah berwukuf di padang Arafah pada tangal 9 Dzulhijjah sampai 10 Dzulhijjah pagi.

Setelah Wukuf di Arafah yang dilaksanakan berikutnya adalah melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali. Berlanjut mengikuti ibadah Qurban dan memakan sedikit dagingnya kemudian bercukur yang disebut dengan Halq.

Usai bercukur jamaah diarahkan untuk Tawaf dan Ziarah ke makam Nabi Ibrahim dan shalat di belakang makamnya. Setelah itu jamaah akan melakukan Sa’i di antara shafa dan Marwa, lalu Thawaf Nisa’ dan Shalat Nisa’ di belakang makam Nabi Ibrahim.

Setelah itu, jamaah diwajibkan untuk bermalam di Mina pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Kemudian melempar jumrah sebanyak tiga kali, dan ibadah Haji Tamattu sudah selesai dilaksanakan.

Itulah penjelasan tentang haji tamattu adalah haji yang paling ringan dan banyak dilaksanakan oleh jamaah muslim dari Indonesia, supaya anda memahami pengertian, dasar, sampai tata cara melakukannya.

error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!