+62 811 114 280 [email protected]

Inilah Kisah Bersejarah Proses Penaklukan Spanyol oleh Umat Islam

penaklukan spanyol oleh islam

Eropa adalah salah satu benua yang banyak menarik pengunjung dari seluruh dunia lantaran keindahan alam dan budayanya. Salah satu negara yang menjadi pusat perhatian wisatawan adalah Spanyol.

Tahukah Anda bahwa negara ini dulunya pernah mengukir sejarah kejayaan saat dipimpin oleh penguasa muslim. Kala itu, Spanyol yang masih dikenal dengan nama Andalusia ini mencapai masa keemasan yang sangat mengesankan.

Perjalanan Umat Islam Menaklukkan Spanyol

Kepopuleran Spanyol akan peninggalan bersejarah umat muslim sudah tidak asing lagi. Banyak tempat-tempat wisata yang dilestarikan menjadi bukti kehadiran dan sentuhan islam di sana.

Masuknya islam di wilayah Andalusia dimulai sekitar tahun 705 sampai 715 Masehi yaitu dibawah kepemimpinan Bani Ummayah. Pasukan umat muslim telah terlebih dahulu menguasai daerah Afrika bagian Utara.

Khalifah Al Walid merupakan bagian dari Dinasti Bani Ummayah di Damaskus yang berhasil menaklukkan Spanyol. Penaklukan ini digawangi oleh tiga pahlawan muslim yaitu Tharif Ibnu Malik, Thariq Ibnu Ziyad, dan Musa Ibnu Nushair.

Ketiga orang ini disebut-sebut sebagai pahlawan yang paling berjasa dan memberi andil dalam perjuangan ekspansi islam di Eropa. Tharif Ibnu Malik adalah orang yang pertama kali menginjakkan kaki di Eropa yaitu dengan menyebrangi selat Gibraltar.

Dengan membawa 500 pasukan berkuda, Tharif berhasil menaklukkan beberapa daerah di sekitar selat Gibraltar. Tidak ada perlawanan yang berarti dari penduduk setempat sehingga pasukan Tharif kembali dengan kemenangan mutlak dan harta rampasan yang banyak.

Berita kemenangan Tharif Ibnu Malik memotivasi Musa Ibnu Nushair untuk turut melakukan penaklukan lainnya. Musa Ibnu Nushair berniat untuk menyerang kerajaan Gothic yang saat itu sedang dilanda krisis kekuasaan karena rajanya yang lalim dan kejam.

Baca juga:  Cek 9 Hal ini Sebelum Melakukan Perjalanan Wisata ke Maroko!

Musa Ibnu Nushair mengirim 7000 pasukan tentara islam ke Spanyol yang dipimpin oleh Thariq Ibnu Ziyad. Pasukan ini terdiri dari suku Barbar dan orang Arab yang dikirim oleh khalifah Al-Walid dari Damaskus.

Dengan jumlah pasukan yang jauh lebih banyak, proses penaklukan Spanyol berjalan lancar. Thariq Ibnu Ziyad berhasil menguasai sebagian besar wilayah Andalusia hingga ke Cordoba. Bahkan, Thariq Ibnu Ziyad lebih dikenal sebagai penakluk Spanyol dibandingkan dengan Tharif Ibnu Malik.

Pendaratan Thariq Ibnu Ziyad untuk pertama kalinya di Spanyol adalah di sebuah gunung bernama Gibraltar yang sekarang dikenal dengan nama Jabal Thariq. Gunung ini terletak di wilayah Selatan Spanyol dan dikuasai oleh Kerajaan Goth.

Raja Roderick, pemimpin kerajaan Goth, sedang berada di wilayah utara Spanyol ketika Thariq melakukan pendaratan di Jabal Thariq. Karena itulah, mereka dengan mudah menaklukkan wilayah selatan dan menduduki Algericas.

Raja Roderick mempersiapkan 100.000 pasukan bersenjata lengkap saat mendengar pasukan Thariq mendarat dan berhasil menguasai Algericas. Pertempuran antara Raja Roderick dan Thariq Ibnu Ziyad terjadi pada Minggu, 28 Ramadhan 92 H atau 19 Juli 711 M. Pertempuran ini disebut dengan Pertempuran Syudzunah atau Pertempuran Guadalete.

Pertempuran antara keduanya terus berlanjut. Thariq Ibnu Ziyad mendapatkan bala bantuan 5000 pasukan yang dikirim oleh Musa Ibnu Nushair. Jumlah pasukan muslim yang dipimpin Thariq pada saat itu berjumlah 12.000 orang.

Jumlah pasukan muslim ini sangat timpang mengingat pasukan Kerajaan Goth yang hampir 10 kali lipat lebih banyak. Thariq Ibnu Ziyad melancarkan strategi perang yaitu menyusupi barisan tentara raja Roderick.

Thariq menghembuskan kabar bahwa tentara muslim tidak datang untuk menyerang dan menjajah mereka. Akan tetapi, kedatangan pasukan muslim ini adalah untuk membebaskan bangsa Spanyol dari kedzaliman raja Roderick.

Baca juga:  Makanan Khas Maroko yang Super Lezat dan Sayang untuk Dilewatkan

Pasukan raja Roderick banyak yang menarik diri dari peperangan tersebut karena meyakini bahwa kedatangan muslim akan membebaskan mereka dari belenggu kerajaan Goth. Semenjak itulah, perlawanan pasukan raja Roderick makin berkurang.

Melemahnya kekuatan musuh menjadi peluang yang sangat baik bagi pasukan muslim. Thariq Ibnu Ziyad bahkan berhasil mengalahkan Raja Roderick dengan tangannya sendiri di sebuah pertempuran di wilayah Bakkah.

Terbunuhnya Raja Roderick membuat peperangan terhenti dengan sendirinya dan membuka peluang umat muslim menguasai wilayah lain. Thariq Ibnu Ziyad berhasil menaklukkan Cordova, Granada, Malaga hingga Toledo, ibukota Spanyol saat itu .

Berita kemenangan Thariq Ibnu Ziyad sampai ke telinga Musa Ibnu Nushair. Musa memutuskan untuk turun tangan membantu penaklukan Spanyol sepenuhnya. Dengan membawa 10.000 pasukan muslim, Musa melakukan penyebrangan ke Eropa pada Juni 712 Masehi.

Dalam perjalanannya, Musa Ibnu Nushair juga melakukan penaklukan terhadap Medina, Sidonia, Karmona, dan Seville. Beberapa waktu kemudian, pasukan Musa Ibnu Nushair bergabung dengan pasukan Thariq Ibnu Ziyad. Mereka bersama-sama menaklukkan wilayah lain seperti Spanyol bagian Utara mulai dari Saragosa hingga Navarre.

Dalam waktu 2 tahun, pasukan muslim berhasil menguasai Spanyol secara keseluruhan. Meski jumlah pasukan yang jauh lebih sedikit, mereka sama sekali tidak gentar. Penaklukan terus dilakukan hingga menjangkau Perancis tengah dan beberapa bagian penting di Italia.

Itulah perjalanan panjang penaklukan Spanyol oleh pasukan muslim di masa lampau. Pertempuran ini akan selalu menjadi prestasi membanggakan yang terus diingat bagi umat muslim di seluruh dunia.

sumber :

www.minews.id/kisah/bakar-seluruh-kapal-pasukannya-thariq-bin-ziyad-semua-kebutuhan-ada-di-tangan-musuh

tourmaroko.wordpress.com/2018/03/29/ternyata-beginilah-awal-mula-masuknya-islam-ke-wilayah-spanyol-catatan-sejarah-islam-di-spanyol/

error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!