+62 811 114 280 [email protected]

Kincir Angin Kinderdijk, Desanya Kincir Angin Nan Indah di Belanda

Kincir Angin Kinderdijk

Kincir Angin Kinderdijk menjadi ikon terkenal di Negara Belanda. Banyak turis mancanegara yang datang ke sini untuk menikmati suasana indahnya.

Apa yang terlintas pertama kali ketika mau berlibur ke Belanda? Bunga tulip dan kincir angin pastinya. Dua hal itu memang ikonnya negeri kincir angin ini. Namun tahukah anda bahwa kincir angin dan bunga tulip tidak berasal dari Netherland.  Bunga tulip asalnya dari negara Turki.

Kincir Angin Kinderdijk

Ceritanya pada tahun1594 duta besar Konstantinopel (Istanbul), Oghier Ghislaon de Busbeck, memberikan kenang-kenangan berupa bibit bunga tulip kepada ahli botani Belanda. Carolus Clusius namanya. kemudian dia menanamnya di taman botani tua Belanda, Hortus Botanicus of Leiden.

Tahun demi tahun bunga yang memiliki nama asli Turban itu dikembangkan. Muncullah beberapa macam jenis bunga tulip. Pada tahun 1949 Belanda membuka taman bunga terbesar di dunia. Keukenhof namanya. Dari situlah Belanda ini dikenal negara bunga tulip.

Sementara kincir angin itu bawaannya orang Persia. Pada tahun 500-900 masehi orang Persia menemukan kincir angin. Mereka menggunakannya untuk membantu meringankan aktivitas di pabrik.

Konon desain alat ini dibawa ke Eropa ketika ada perang salib. Nah dari situlah kincir angin mengalami perubahan dalam rancangannya. Ternyata rancangan bangunan ini berbeda sekali antara punyanya Eropa dan Persia. Lokasi kincir angin di negeri ini berada di Zaanse Schans dan Kinderdijk.

Kinderdijk nama sebuah desa yang terletak di provinsi Holland Selatan. Dimiliki oleh pemerintah kota Lekkerland. Jaraknya sekitar 15 KM dari Rotterdam. Kata Kinderdijk, dimana Dijk mempunyai arti kanal. Letak desa ini berada antara sungai Noord dan Lek. Jumlah kincir angin di sini sebanyak 19 biji. Desa ini pun mendapat pengakuan dari UNESCO tentang Unesco World Heritage.

Baca juga:  Rekomendasi Tempat Wisata Di Korea Selatan Yang Epic Nan Mempesona

Fakta Menarik Tentang Desa Kinderdijk

Pada zaman dahulu rata-rata tanah di Belanda  itu banyak digenangi oleh air. Dimana posisi tanah lebih rendah daripada air. Pada tahun 1738-1740 kincir angin mulai didirikan. Dimana dijadikan untuk menguras air yang mana air itu nantinya mengalir ke laut atau sungai. Di Desa Kincir Angin Kinderdijk pun termasuk mempunyai kerendahan tanah seperti itu. Sekarang desa ini berubah menjadi objek wisata. Berikut fakta tentang Kinderdijk:

  • Awal didirikan kincir angin di Desa Kinderdijk

Pada abad ke 13 masalah air di daerah ini sangat serius. Dimana tanah yang sudah dikeringkan tenggelam karena menaiknya volume air sungai. Dari problem yang tidak selesai-selesai, maka pemerintah setempat mulai mendirikan kincir angin.

Bangunan itu ditujukan sebagai pemompa air, sehingga ketinggian permukaan air bisa di atasi. Tetapi sifatnya hanya sementara untuk menampungnya ke sungai atau waduk. Jika volume air yang menggenangi rendah, masalah itu masih bisa diatasi.

Pemerintah dan penduduk setempat tidak menyerah, mereka menggunakan mesin diesel (pintu masuk) untuk memompanya. Tentunya masih menggunakan tenaga kincir angin.

  • Museummill Nederwaard

Saat memasuki area Kincir Angin Kinderdijk, turis akan menemukan sebuah salah satu kincir angin. Namanya Museummill Nederwaard. Ini adalah kincir angin pertama dari pintu masuk. Di museum ini akan dijumpai tentang sejarah kehidupan keluarga dimana tinggal di dalam kincir angin. Sangat unik ya kincir angin sebagai tempat tinggal. Di dalamnya pun akan diketahui proses kerja kincir angin.  

  • Museum Blokweer di Kinderdijk

Jika berjalan-jalan ke sini akan bertemu dengan museum Blokweer. Bentuk bangunannya tentu kincir angin ya. Di sini disediakan kebun. Di tempat ini turis bisa duduk-duduk santai sambil melihat sungai, karena warga setempat memberikan kursi di pinggir sungai. Jadi anda bisa lebih menikmati keindahan dari desa Kinderdijk.

  • Aktivitas seru di desa Kinderdijk
Baca juga:  Cara Mendapatkan Visa Schengen Tanpa Penolakan? Perhatikan Syaratnya Berikut Ini

Kincir Angin Kinderdijk ini dibuka non stop. Itu artinya 24 jam area ini selalu buka. Namun jika masuk setelah jam 5 sore, sudah tidak diperbolehkan. Untuk menikmati pemandangan di desa Kinderdijk turis bisa menyusurinya dengan waterbus di sungai. Jalan kaki pun tidak masalah, yang penting kakinya kuat untuk berjalan. Namun memiliki kenikmatan tersendiri dalam berjalan kaki.

Jika ingin sensasi lainnya menikmati ini boleh mengelilingi desa kincir angin ini dengan menyewa sepeda. Harga sewanya pun dibandrol 3 euro per jam. Jadi bisa dihitung sendiri ke bentuk rupiahnya ya. Berbeda jika berkunjung pada musim salju. Wisatawan bisa melakukan ice skating sepuasnya. Jadi mau berlibur ke Kinderdijk musim apa nih?

Fungsi Kincir Angin Kinderdijk Di Belanda

Kincir angin mulai berada di Belanda sekitar tahu 1200 Masehi. Dulunya difungsikan sebagai alat penggiling biji-bijian dan jagung. Namun seiring berjalannya waktu kincir angin kegunaannya semakin bertambah.

  1. Kegunaan pertama untuk mereklamasi tanah. Caranya tanah yang tergenang air dikeringkan melalui pergerakan kincir angin. Sehingga area tersebut bisa digunakan dengan layak. Misal untuk tempat tinggal atau lahan pertanian.
  2. Pada abad ke-16 mulailah digunakan di bagian produksi barang. Alat ini bisa untuk menghancurkan, memproses, dan mencampur suatu bahan sehingga berubah menjadi suatu produk.
  3. Uniknya zaman dahulu sebelum teknologi berkembang, kincir angin sebagai sumber menyebarkan informasi. Seperti memanggil karyawan untuk datang ke pabrik. Selain itu memberikan tanda kalau ada pernikahan dan kematian. Bahkan digunakan ketika Perang Dunia II. Supaya tidak menyerang NAZI.
  4. Keunikan lainnya kincir angin dapat membantu menggergaji kayu di pabrik. Pabrik itupun yang menjadikannya Belanda menambah kekuatan di pelayaran.
  5. Fungsi lainnya dari beberapa kincir angin di Netherland digunakan untuk menggiling gandum dan hasil bumi pun bisa diproduksi di alat ini. Dengan cara mengancurkan dan mencampurkan hasil buminya.
  6. Kincir angin pun dimanfaatkan juga untuk irigasi. Jadi lahan pertanian di sana cukup mendapatkan air dalam melalui pengairan yang tenaganya dari kincir angin.
Baca juga:  Air Mata Kucing, Minuman Berkhasiat Asal Negeri Jiran

Transportasi Menuju Desa Kinderdijk

Jika mau berlibur ke Kinderdijk, turis menggunakan moda mobil, kapal, dan bus. Mengendarai mobil bisa dari mana saja ya. Tergantung posisi keberangkatan. Berikut cara-cara menggunakan transportasi publik tersebut.

  • Kapal

Biaya menaiki kapal seharga 7 Euro, jadi kalau pulang pergi jumlahnya 14 Euro. Sediakan uang tersebut. Kalau bisa lebih, waspada kenaikan tiket naik. Keberangkatannya dari Sungai Nieuwe Mass. Sayangnya kapal ini tidak beroperasi setiap hari, hanya di bulan Mei-Oktober. Jadwal keberangkatan kapal mulai jam 10.45 dan 14.15.

  • Bus

Harga tiket pulang pergi menggunakan bus sejumlah 12 Euro. Naiklah bus jurusan Utrech dari terminal Rotterdam Zuidplein. Naik busnya bernomor 90. Cara lainnya bisa langsung ke Kinderdijk dengan mengendari bus nomor 154. Jadi harus diperhatikan nomornya baik-baik ya. Sekali jalan bus itu waktu keberangkatannya satu jam. Maka dari itu perlu persiapan yang maksimal untuk berlibur ke desa Kincir Angin Kinderdijk. Jangan sampai nanti nyasar atau ketinggalan keberangkatan bus. Tiket masuk desa Kincir Angin Kinderdijk dikenai biaya 6.50 Euro dengan waktu beroperasinya pada tanggal 15 Maret-31 Oktober mulai pukul 09.00-17.00.  Berbeda dengan musim dingin (salju) jam bukanya berbeda. Pada tanggal 1 November sampai 31 Desember mulai jam 11.00-16.00.

Leave a Reply

hayatun tour logo bawah Penyelenggara travel umroh dan wisata halal bersertifikat di BSD Tangerang Selatan Indonesia. Semua program dilaksanakan sesuai sunnah sehingga inshaa Allah perjalanan menjadi penuh hikmah dan bermakna.
error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!