+62 811 114 280 [email protected]

Mengenal Amr bin Ash Sahabat Nabi, Gubernur Sekaligus Pembebas Mesir

Kota Mesir

Amr bin Ash mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Siapakah dia? Apa saja jasa-jasanya? Mengapa kita perlu mengenalnya? Amr bin Ash sahabat nabi Muhammad SAW yang mana sebelum itu ia adalah salah satu dari tiga pemuka quraisy.

Hingga suatu ketika Amr bin Ash masuk islam karena mendapat bimbingan dari Raja Habsyi. Mula-mula Raja Habsyi bertanya pada Amr, kenapa ia tak kunjung beriman bersamanya, padahal orang itu (Rasulullah) adalah benar utusan allah?

Setelah berpikir dan menimbang-nimbang keputusannya, akhirnya Amr berangkat mengarungi lautan, pulang ke kampungnya lalu menuju Madinah untuk bertemu Rasulullah. Dalam perjalanannya ia bertemu Utsman bin Thalhah dan Khalid bin Walid yang juga ingin membaiat kepada Rasulullah.
Saat ketiganya sampai Rasulullah berkata dengan wajah yang berseri-seri, “Makkah telah melepas jantung hatinya pada kita.” Kemudian Amr menjelaskan apa maksud dari kedatangannya, “Wahai Rasulullah, aku akan baiat kepadamu, asal Allah mau mengampuni dosa-dosaku terdahulu.” Lalu Rasulullah menjawab, “Amr, berbuatlah, niscaya islam akan menghapus dosa-dosa sebelumnya.”

Disamping Amr bin Ash sahabat nabi Muhammad SAW, ia dulunya adalah orang yang sering menyusahkan Rasulullah, tepatnya sebelum ia masuk islam. Namun, di kesempatan lain ia memiliki beberapa prestasi yang sangat tidak disangka-sangka. Mau tahu apa saja prestasi Amr bin Ash,..? Baca kelanjutannya dibawah ini!

Beberapa Prestasi Amr bin Ash:

1. Pembebas Mesir

Amr bin Ash disebut pembebas mesir karena berhasil melepas Mesir dari cengkraman dua kerajaan besar, yaitu Romawi dan Imperium Persia, mereka menjajah negeri, melakukan penindasan, serta memperbudak rakyat.
Banyak perlawanan dilakukan oleh penduduk, namun semuanya berakhir sia-sia hingga datanglah Amr bin Ash dan pasukannya yang menggemakan kalimat, “Allahu Akbar”, lalu berlom-lombalah mereka para penjajah memeluk agama islam ketika fajar datang. Sehingga bebaslah Mesir dari Kekuasaan kaisar dan kisra.
Mesir akhirnya bisa mencapai tujuan dengan kebenaran, norma, keadilan dan menjadikan kalimat ilahi sebagai hakikat dan sarana menempatkan diri dalam prinsip islami.

Baca juga:  Referensi Wisata Menurut Peta Wilayah Eropa Barat

2. Gubernur Palestina dan Yordania

Amr diangkat menjadi gubernur Palestina dan Yordania pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Mengapa? Selain ia adalah panglima perang yang tangguh seperti Ali bin Abi Thallib, Amr juga seorang negarawan yang ahli dalam pemerintahan. Dilihat dari cara berjalan, bentuk tubuh dan ucapannya, seperti sebuah cerminan bahwa ia ditakdirkan untuk menjadi penguasa atau amir.
Ditambah dengan sifat amanatnya yang membuat Umar bin Khattab memilihnya. Selain daripada itu, Amr dikenal dengan pikirannya yang tajam, cepat tanggap, cerdik, memiliki kemauan yang keras, serta selalu berpandangan ke depan.
Namun, Amr mengundurkan diri pada masa pemerintahan Utsman bin Affan dan ia kembali dilantik oleh Muawiyah bin Abu Sufyan untuk menjadi gubernur Mesir hingga ia wafat.

3. Masjid Amr bin Ash

Masjid Amr bin Ash merupakan masjid tertua dan pertama di Mesir dan Benua Afrika, tepatnya berada di Fusthath di kota tua Kairo. Masjid ini sering disebut “Taj Al-Jawami yang berarti mahkotanya masjid.” Banyak sahabat yang dimakamkan disini, termasuk putra Amr bin Ash, yaitu Abdullah bin Amr bin Ash. Karena adanya perluasan pada masjid, makam tersebut sudah tidak lagi terdeteksi.

Nah, setelah anda mengetahui prestasi dari Amr bin Ash sahabat nabi Muhammad SAW selanjutnya mari kita bahas mengenai biodata singkat Amr bin Ash. Amru bin Al-Ash bin Wa’ll bin Hisyam atau lebih dikenal Amr bin Ash adalah tokoh Quraisy yang ahli dalam politik dan strategi perang. Bahkan dalam kurun waktu enam bulan setelah Amr masuk islam, ia dan Rasulullah berhasil menaklukan Mekkah pada peristiwa Fathul Mekkah. Pada perang menaklukan Romawi demi kebebasan Mesir Amr lah yang menjadi panglima perangnya.

Baca juga:  Sejarah Kaum Tsamud: Kaum Nabi Sholeh yang Mendapatkan Adzab

Amr bin Ash sahabat nabi Muhammad SAW wafat pada tahun ke-43 H di Mesir ketika masih menjabat sebagai gubernur disana. Menjelang kepergiannya ia menulis riwayat hidup yang kurang lebih isinya,
“Mulanya aku seorang kafir, dan teramat keras terhadap Rasulullah seandainya aku meninggal saat itu, pasti masuk neraka. Lalu, aku membaiat Rasulullah dan setelah itu tidak ada orang yang lebih kucintai, ku pandang lebih mulia di mataku selain beliau. Seandainya aku disuruh melukisnya, aku tidak sanggup sebab rasa hormatku kepadanya, mataku tak sepenuhnya bisa menatap beliau. Dan jika aku meninggal saat itu, besar harapan akan masuk surga.

Setelah itu, aku diuji oleh kekuasaan dan hal lain. aku tidak tahu, apakah akan membawaku pada keberuntungan atau kerugian.”
Amr bin Ash sahabat nabi Muhammad SAW semoga bisa menjadi teladan bagi kita semua. Ambil sisi baiknya dan buang sisi buruknya, itulah pelajaran singkat yang bisa diterapkan dalam hidup kita selanjutnya.

Paket Wisata Halal Mesir Hayatun Tour:

Umroh Plus Wisata Halal Mesir Exclusive 13 Hari

error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!