+62 811 114 280 [email protected]
Polandia

Siapa yang tidak mengenal Warsawa? Ibukota negara Polandia yang bendera kebangsaannya sama dengan Indonesia, terletak sangat strategis di pusat negara-negara Eropa Timur. Kota ini sangat terkenal di era perang dingin sebagai pusat aliansi militer negara-negara Eropa Timur di bawah komando Uni Sovyet dengan nama Pakta Warsawa. Warsawa dibangun pada abad ke-10 dan ke-11 di mana nama aslinya pada saat itu adalah Warszowa dan baru pada abad 17 diubah menjadi Warzawa atau Warsawa.

Warsawa adalah ibu kota negara Polandia modern. Polandia sendiri sebelumnya memiliki ibukota yakni Krakow. Pada tahun 1573, Raja Sigismundus Vasa III memindahkan ibukota Polandia dari Krakow ke Warsawa. Perang yang terjadi dengan Swedia antara tahun 1655-1658 berakhir dengan kekalahan Polandia sehingga negara itu dijajah oleh Swedia. Setelah Polandia melepaskan diri dari Swedia, seorang arsitek ternama asal Belanda, Tylman Van Der Gameren didatangakan untuk merestorasi bangunan-bangunan di Warsawa dan karya-karyanya hingga kini menjadi bangunan-bangunan indah dan abadi di kota itu. Tylman bekerja pada saat Ratu Maria Kazimiera dan Raja Jan Sobieski III memerintah Polandia.

Sebelum Perang Dunia II, kota ini adalah pusat utama dari kehidupan dan kebudayaan Yahudi. Populasi Yahudi sebelum perang di Warsawa adalah lebih dari 350.000, yang merupakan 30 persen dari jumlah total populasi kota ini. Komunitas Yahudi Warsawa merupakan yang terbesar di Eropa, dan merupakan yang kedua terbesar di dunia setelah kota New York. Menyusul invasi Jerman ke Polandia pada 1 September 1939, Warsawa mendapatkan serangan hebat. Pasukan Jerman memasuki Warsawa pada tanggal 29 September, tak lama setelah kota ini menyerah. Pada tanggal 23 November 1939, pemerintah pendudukan sipil Jerman mewajibkan kaum Yahudi Warsawa untuk menunjukkan identitasnya dengan memakai ban lengan putih bertanda Bintang Daud berwarna biru. Pemerintah Jerman menutup sekolah Yahudi, menyita properti milik Yahudi, dan mewajibkan kerja paksa bagi laki-laki Yahudi.

Pada tanggal 12 Oktober 1940, pemerintah Jerman mengeluarkan dekrit pembangunan ghetto di Warsawa; mereka mewajibkan semua warga Yahudi untuk pindah ke area yang tertutup dari bagian lain kota pada bulan November 1940. Ghetto ini dikelilingi dinding setinggi lebih dari 10 kaki, dengan kawat berduri di bagian atasnya, dan dijaga ketat. Penghuni ghetto, ditambah dengan warga Yahudi dari kota-kota sekitarnya, berjumlah lebih dari 400.000. Pemerintah Jerman memaksa penghuni ghetto tinggal di area yang luasnya tak lebih dari 1,3 mil persegi, dengan rata-rata 7,2 orang per ruangan. Organisasi-organisasi kesejahteraan Yahudi di dalam ghetto berusaha memenuhi kebutuhan para penghuni yang berjuang untuk bertahan hidup. Jatah ransum yang diberikan pihak Jerman tidaklah cukup digunakan untuk bertahan hidup. Dari tahun 1940 hingga pertengahan 1942, 83.000 orang Yahudi dalam ghetto meninggal karena kelaparan dan penyakit.

Baca juga:  Ragam Destinasi Wisata di Eropa Barat Paling Populer

Dari tanggal 22 Juli hingga 12 September 1942, SS dan kesatuan kepolisian Jerman, yang dibantu oleh kaki tangan mereka, melakukan deportasi massal dari ghetto Warsawa ke pusat pembantaian Treblinka. Selama periode ini, pemerintah Jerman mendeportasi sekitar 265.000 warga Yahudi dari Warsawa ke Treblinka; mereka membantai sekitar 35.000 orang Yahudi di dalam ghetto selama masa operasinya. Pada bulan Januari 1943, SS dan kesatuan kepolisian kembali untuk mendeportasi warga Yahudi yang tersisa di dalam ghetto ke kamp-kamp kerja paksa. Namun, saat itu, banyak warga Yahudi yang melawan deportasi, beberapa di antaranya menggunakan senjata selundupan. Setelah menangkap sekitar 5.000 warga Yahudi, SS dan kesatuan kepolisian menghentikan operasi ghetto dan mundur. Pada tanggal 19 April 1943, pasukan SS dan kepolisian baru tampak berada di luar tembok ghetto dan bermaksud untuk mendeportasi warga Yahudi yang tersisa. Para penghuni ghetto melakukan perlawanan sengit sehingga menimbulkan korban di pihak kesatuan Jerman yang bersenjata lengkap. Mereka melanjutkan perlawanan selama empat minggu sampai pasukan Jerman menang pada tanggal 16 Mei. Pemerintah Jerman mendeportasi sekitar 42.000 warga Yahudi yang ditangkap selama pemberontakan ke kamp -kamp kerja paksa dan ke kamp konsentrasi Majdanek. Sedikitnya 7.000 warga Yahudi tewas selama pemberontakan ghetto tersebut, sementara SS dan kepolisian mengirimkan 7.000 Yahudi lainnya untuk dibantai di Treblinka.

Karena mendapatkan ilham dari pasukan Soviet yang bergerak mendekat, pada tanggal 1 Agustus 1944, AD Polandia, suatu pasukan perlawanan bawah tanah nasional, bangkit melawan penjajah Jerman dalam upaya membebaskan Warsawa. Pemerintah Soviet gagal melakukan intervensi; pada bulan Oktober 1944, pihak Jerman melumpuhkan pemberontakan ini dan meluluh-lantakkan pusat kota. Walaupun pihak Jerman memperlakukan pejuang AD yang tertangkap sebagai tahanan perang, namun mereka mengirimkan ribuan warga sipil Polandia yang tertangkap ke kamp-kamp konsentrasi. 166.000 orang tewas dalam pemberontakan Warsawa, termasuk sebanyak 17.000 warga Yahudi Polandia. Saat pasukan Soviet melanjutkan serangan mereka pada tanggal 17 Januari 1945, mereka membebaskan Warsawa yang telah hancur-lebur. Hanya sekitar 174.000 orang yang tersisa di kota ini, kurang dari enam persen dari populasi penduduk sebelum perang. Sekitar 11.500 orang dari yang selamat adalah warga Yahudi.

Baca juga:  Meresap Kehangatan Budapest, Eropa Timur

Oleh karena itulah sejak tentara Jerman menduduki serta menjajah Polandia pada tahun 1944, bangunan-bangunan indah di Warsawa dihancurkan oleh mereka. Pembangunan kembali dilakukan setelah berakhirnya perang. Kota tua (old town) yang merupakan kebanggaan Warsawa yang terletak di tepi sungai Vistula menjadi bagian terindah yang dikelilingi oleh rumah-rumah elegan dan taman-taman yang indah.

Di samping bangunan-bangunan indah yang bertebaran di seluruh sudut kota, Warsawa juga dikenal sebagai kota yang sangat inspiratif bagi para komponis musik klasik di daratan Eropa. Tidak mengherankan, sebab di kota ini pula dibuat monumen peringatan bagi Fryderyk Chopin, komponis musik klasik terkenal di dunia. Monumen tersebut terletak di taman Laziensky.

Sebenarnya tempat yang dipakai untuk mengenang Chopin adalah digereja Salib ( St Cross Church) d imana hati Chopin disimpan di sana. Namun atas usulan Warsaw Music Society pada tahun 1899 atau 50 tahun stelah wafatnya Chopin maka dibuatlah monumen mengenang komponis dunia tersebut.

Hasil karya Waclaw Szymamanowski itu diresmikan pada tgl. 14 November 1926 di mana dalam monumen itu ditampakkan Chopin sedang duduk di bawah pohon yang batang dan daunnya terembus angin seakan akan dia sedang mendengarkan suara alam.

Kalau Chopin merupakan komponis terkenal dunia yang lahir di Warsawa, ternyata kota ini juga memiliki figur lain yang tidak kalah tenar dari Chopin. Figur tersebut adalah Nicalaus Copernicus, seorang ahli astronomi yang sangat terkenal dalam ilmu pengetahuan dunia.

Patung Copernicus mengenakan toga dengan kompas di tangan kanan dan alat astrologi di tangan kiri dan kedua matanya menghadap ke arah langit dibangun di kompleks akademi ilmu pengetahuan tertua di Eropa yang terletak di kota Warsawa.

Jangan mengira bahwa Warsawa adalah hanya kota tua yang terkenal dengan musik klasik dan pengetahuan saja. Generasi muda Warsawa tidak mau ketinggalan dengan rekan-rekannya di Paris, Roma, London dan Madrid dalam fashion. Musik dan gaya hidup.

Kafe bertebaran di mana-mana termasuk Hard Rock Cafe, mal dimana para kaum muda bertemu, bioskop serta sarana rekreasi semua tersedia dikota Warsawa. Terasa sekali budaya barat mendominasi kehidupan baik generasi tua maupun muda setelah lepas dari penguasaan Uni Sovyet.

Baca juga:  BARCELONA atau BARSYALUNAH

WARSAW GHETTO

Sejarah Tentang Warsawa, Ibu Kota Polandia 1

Ghetto Warsawa adalah bagian dari Warsawa, Polandia, di mana Nazi Jerman menahan orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II (1939-1945). Warsawa adalah ibu kota dan kota terbesar Polandia. Ghetto Warsawa adalah yang terbesar dari semua ghetto yang dibangun oleh Jerman di seluruh Eropa Timur.

Nazi memberlakukan banyak kebijakan brutal yang berakar pada paham anti-Semitisme. Mereka memaksa orang Yahudi Eropa Timur ke ghetto dan merampas hak-hak dasar mereka. Nazi akhirnya mengirim hampir semua penghuni ghetto ke kamp kematian. Pembunuhan massal orang Yahudi Eropa oleh Nazi dikenal sebagai Holocaust.

Sebelum invasi Jerman ke Polandia pada 1 September 1939, lebih dari 350.000 orang Yahudi tinggal di Warsawa. Itu adalah komunitas Yahudi terbesar di Eropa. Warsawa menyerah kepada Jerman pada akhir September. Nazi kemudian menegakkan sejumlah undang-undang anti-Yahudi.

Nazi mendirikan ghetto Warsawa pada musim gugur 1940. Semua penduduk Yahudi Warsawa dipaksa untuk pindah ke suatu daerah yang luasnya hanya 3,4 kilometer persegi. Sebuah dinding yang di atasnya diberi kawat berduri mengelilingi ghetto. Penjaga bersenjata berpatroli di sekitar dinding. Dengan penambahan orang Yahudi dari daerah terdekat, penduduk ghetto memuncak hingga lebih dari 400.000 orang.

Makanan dan obat-obatan langka di ghetto Warsawa. Puluhan ribu orang tewas karena penyakit, kelaparan, dan penyebab lainnya. Pada bulan Juli 1942, pasukan Jerman mulai mengeluarkan orang-orang Yahudi dari ghetto. Sebagian dikirim ke kamp kematian dan dibunuh. Pada bulan September, hanya 70.000 orang tetap tinggal di ghetto.

Pada bulan Januari 1943, orang-orang di dalam ghetto mengangkat senjata dan melakukan perlawanan pada pasukan Jerman. Pada bulan April, perlawanan meningkat menjadi pemberontakan yang terorganisir. Jerman meredakan pemberontakan dalam waktu kurang dari empat minggu dan membakar ghetto. Sekitar 7.000 orang Yahudi tewas dalam pertempuran itu. 7.000 lainnya ditangkap dan langsung ditembak. Nazi mengirim sisa populasi ghetto, sekitar 50.000 orang, ke kamp-kamp konsentrasi.

Beberapa ribu orang Yahudi yang berhasil lolos dari ghetto terus melawan dengan kelompok-kelompok bawah tanah. Nazi mundur dari Warsawa pada bulan Januari 1945. Sebagai hasil dari pembunuhan langsung, penyakit, kelaparan, dan penyebab lain, sekitar 90 persen dari populasi Yahudi Warsawa sebelum perang tewas selama Perang Dunia II. Saat ini, museum dan beberapa tugu peringatan berdiri di seluruh situs bekas ghetto.

hayatun tour logo bawah Penyelenggara travel umroh dan wisata halal bersertifikat di BSD Tangerang Selatan Indonesia. Semua program dilaksanakan sesuai sunnah sehingga inshaa Allah perjalanan menjadi penuh hikmah dan bermakna.
error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!