+62 811 114 280 [email protected]

IDE, STRATEGI DAN MISI AWAL DALAM PENAKLUKAN ANDALUSIA

IDE UNTUK MENAKLUKAN ANDALUSIA

Setelah Berhasil Menegakan pilar-pilar Islam di bumi afrika Utara. Musa bin Nushair mempunyai Ide untuk menaklukan andalusia. Meskipun sebenarnya Ide penaklukan ini sudah ada dari zaman Utsman bi affan, dalam riwayatnya beliau mengatakan :
“Konstantinopel hanya akan dapat ditaklukan dari arah laut. Dan, jika kalian dapat menaklukan Andalusia, niscaya kalian akan mendapatkkan pahala yang sama dengan yang mereka yang menaklukan Konstantinopeldi Akhir Zaman”

Riwayat ini seolah memiliki maksud bahwa untuk menaklukan Konstantinopel, maka kaum muslimin harus menaklukan bumi andalusia terlebih dahulu. Setelah baru kaum muslimin bisa menaklukan konstantinopel (Turki) melalui Timur Eropa.

STRATEGI UNTUK MENAKLUKAN ANDALUSIA

Musa Bin Nushair semakin memiliki kedudukan yang kuat di Afrika Utara. Islam dengan cepat menyebar dan orang orang dengan semangat mempelajari Islam termasuk juga Kaum Amazig (Barbar). Musa mulai berfikir bagaimana caranya menaklukan bumi andalusia yang hanya dipisahkan dari afrika utara olehn sebuah selat yang bernama Selat Gibraltar (Jabal Thariq).  Ada yang menarik juga dari Selat Gibraltar ini, selain memisahkan Samudra Atlantik dengan Laut tengah. Di selat ini juga terdapat Perbedaan warna air laut dimana warna laut afrika dan eropa tidak menyatu dan dipisahkan selat ini.

Dalam memikirkan Strategi untuk menaklukan Andalusia, Musa bin Nushair menyadari bahwa ada beberapa kendala yang beliau hadapi diantaranya :

  1. Tidak mempunyai Armada Laut seperti Perahu besar untuk digunakan menyebrang dari Maroko menuju Andalusia yang jaraknya kurang lebih 13km
  2. Kepulauan Balyar (Mallorca, Manuraca, dan Ibiza) kepunyaan kaum Nasrani.

Kepulauan Balyar terletak ditepian timur spanyol dan dikuasai oleh Kaum Nasrani. Posisi ya yang dekat akan membuat kaum muslimin tidak aman jika masuk kedalam andalusia.

Baca juga:  Jadwal Shalat Ramadhan 1441H atau 2020H
  1. Jumlah Kaum Muslimin pada saat itu masih sedikit, sehingga akan sulit bagi mereka jika menaklukan andalusia dengan pasukan yang terbatas.
  2. Jumlah Kaum Nasrani di Andalusia yang sangat banyak, sehingga tidak seimbang jika kaum muslimin yang sedikit bertarung dengan kaum nasrani yang sangat banyak.
  3. Belum Berhasinya Kaum Muslimin menaklukan pelabuhan Sabtahatau kota sabtah.

Kota Sabtah mempunyai posisi yang strategis dan penting sama hal ya dengan gibraltar. Sabtah ini memiliki pelabuhan yang menjorok ke arah selat Gibraltar, namun sayangnya Kota ini dikuasai oleh Kaum Nasrani yang bernama Julian. Julian pun mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan pemimpin Andalusia terdahulu yaitu Witiza.

  1. Kaum Muslimin tidak mengenal Letak Geografis dan posisi andalusia dengan jelas. Sehingga akan sulit bagi kaum muslimin melakukan penyerangan dengan aman.

Dari kendala tersebut Musa bin Nushair berhasil mengatasinya antara lain dengan melakukan ha berikut :

  1. Membangun Pelabuhan dan membuat kapal kapal.
  2. Mengajarkan Islam lebih mendalam kepada kaum berber
  3. Mengangkat Thariq Bin Ziyad (Gubernur Tangier) menjadi pemimpin pasukan
  4. Berhasil menaklukan Kepulauan Balyar, dengan begini pada saat penaklukan Andalusia, kaum muslimin bisa aman dari belakang arah timur.

Dari kendala itu hanya ada 2 hal yang belum bisa diatasi oleh Musa Bin Nushair, yaitu Kota Sabtah dan Informasi letak geografis Andalusia.

PERTOLONGAN ALLAH, PENYERAHAN KOTA SABTAH (CEUTA)

Sesuai Firman Allah, QS : Al-Hajj : 38

“Sesungguhnya Allah akan membela orang orang beriman, sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap pengkhianat yang ingkar”

Semua Upaya telah dilakukan kaum muslimin untuk menaklukan Kota Sabtah, namun belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya, atas pertolongan Allah yang tidak pernah terduga. Julian Pemimpin Kota Sabtah mengirim utusan ke Tangier untuk melakukan negosiasi dengan Thariq Bin Ziyad. Hasil dari Negosiasi tersebut adalah “Julian akan menyerahkan pelabuhan sabtah kepada Kaum Muslimin dan memberikan Informasi mengenai Bumi Andalusia Kemudian setelah kaum muslimin berhasil menaklukan andalusia maka mereka pun akan patuh dan mengikuti kaum muslimin. Namun dengan satu syarat, Julian meminta agar semua harta Witiza (Teman dekat sekaligus pimpinan andalusia sebelumnya) yang dirampas oleh Roderic Pimpinan Andalusia baru saat itu, diserahkan kepada Julian.”

Setelah negosiasi ini Thariq bin Ziyad sangat bergembira, Harta Witiza, Julian atau Roderic tidak berarti bagi Kaum Muslimin. Tidak pernah sedikitpun Kaum Muslimin pada saat itu memiliki Hasrat memiliki Kekayaan, Tujuan mereka adalah Mengajarkan Islam dan menegakkan Pilar Pilar Islam dengan Hanya mengharap Ridha dan Surga yang Allah janjikan.

Baca juga:  Liburan Keliling Eropa, Ini Dia Rangkaian Perjalanan Paling Menyenangkan

            Adapun yang melatarbelakangi Julian melakukan penyerahan Kota Sabtah diceritakan karena Julian Berfikir terasa sulit baginya karena hampir semua di afrika utara sudah dikuasai kaum muslimin, Kemudian Julian juga berfikir jika Andalusia dikuasai oleh kaum muslimin maka Penduduk Andalusia kemungkinan akan tunduk kepada kaum muslimin karena dimasa kepemimpinan Roderic, Penduduk andalusia sangat menderita dan terdzalimi oleh pemimpinnya sendiri. Dilain sisi ada cerita juga jika Julian menyimpan kebencian kepada Roderic karena Rodericlah yang telah membunuh Witiza sahabatnya, merampas harta harta witiza juga serta menodai putri dari Julian.

MISI AWAL PENAKLUKAN ANDALUSIA

Hasil Negosiasi ini pun telah disampaikan kepada Musa bin Nushair  dan Khalifah Al Walid bin Abdul Malik. Musa miminta izin kepada Al Walid bin Abdul Malik, untuk mulai memasuki Andalusia. Namun Al Walid memberikan satu syarat, Beliau meminta agar Musa dan Pasukan besar tidak dulu masuk Andalusia sebelum menguji cobanya dengan mengutus sebuah Pasukan Kecil Kaum Muslimin. Karena Al Walid berfikir, beliau tidak pernah tahu seberapa benar informasi yang julian berikan, bisa jadi ini sebuah jebakan. Akhirnya Musa Bin Nushair segera menyiapakan Pasukan kecil yang terdiri dari 500 prajurit yang dipimpin oleh Tharif bin Malik yang merupakan suku Amazig atau barbar.

Tharif bin Malik Menjalankan misinya dengan sangat baik. Ia berhasil Mempelajari Bumi Andalusia selatan yang sekarang dikenal dengan nama Tharifa Island (diambil dari nama sang komandan) yang akan menjadi tempat berlabuh Kaum Muslimin di kemdudian hari saat penaklukan andalusia. Setelah misinya selesai Tharif Bin Malik pun kembali ke bumi afrika dan menyampaikan informasi ini kepada Musa Bin Nushair.

            Setelah mendapatkan Informasi dari Tharif bin Malik, Musa Bin Nushair pun mulai melakukan persiapan dan perbekalan untuk penaklukan Andalusia. Persiapan tersebut dilakukan selama satu tahun dan akhirnya Musa berhasil mengumpulkan 7000 pasukan kaum muslimin dan siap untuk memasuki Andalusia untuk memulai penaklukan dengan dipimpin oleh Thariq bin Ziyad.

Baca juga:  Sejarah Islam di Spanyol, Penuh Jejak Menarik dan Indah untuk Tujuan Wisata Umrah

Lihat selengkapnya apket Rihlah Peradaban Jejak Islam di Andalusia

hayatun tour logo bawah Penyelenggara travel umroh dan wisata halal bersertifikat di BSD Tangerang Selatan Indonesia. Semua program dilaksanakan sesuai sunnah sehingga inshaa Allah perjalanan menjadi penuh hikmah dan bermakna.
error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!