+62 811 114 280 [email protected]

Sejarah Masjid Al Aqsa Palestina

masjid al aqsa

Seiring bertambahnya jumlah umat manusia di dunia ini setelah nabi Adam sebagai nabi Islam yang pertama, yang terus berkembang biak, maka turunlah perintah Allah untuk melaksanakan ibadah sholat secara berjamaah di masjid. Makna masjid sebenarnya adalah tempat untuk melaksanakan sholat berjamaah, jadi tak selalu berupa bangunan seperti kebanyakan masjid pada saat sekarang ini yang mayoritas  adalah berupa bangunan yang megah.

Definisi masjid sebenarnya adalah tempat untuk melaksanakan sholat berjamaah. Jadi bisa berupa tanah lapang atau suatu areal, tidak harus selalu berupa suatu bangunan rumah ibadah. Salah satu masjid tua yang telah digunakan sejak dulu adalah masjid Al Aqsa di Palestina, yakni suatu area peribadatan di kota Yerusalem Timur Palestina tempat melaksanakan sholat berjamaah sejak nabi Adam.

Apa itu Masjidil Aqsa

Makna kata masjid atau masjidil adalah tempat sholat, tidak selalu berupa bangunan tapi bisa juga berupa areal tanah lapang yang digunakan untuk melakukan ibadah sholat berjamaah. Sedangkan makna kata Aqsa adalah yang terjauh. Dalam hal ini adalah lokasinya sangat jauh dari Mekah. Jadi masjid al Aqsa merujuk pada masjid yang jauh yaitu di areal kota tua Yerusalem, Palestina. Areal masjid al aqsa tersebut disebut juga sebagai Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis atau Bait Suci, atau Al Haram Asy Syarif, atau Bukit Bait.

Luas kompleks masjid al Aqsa tersebut sekitar 144.000 meter persegi, atau sekitar 35 hektar. Masjid Aqso terletak di kota Yerusalem timur tepatnya. Terdapat Al-Jami’ al Aqsha (bahasa Arab: الجامع الاقصى) sebagai bangunan utamanya dan pada bagian paling selatannya ada Masjid Qibly, sebagai situs yang paling dekat dengan kiblat dengan kubah warna abu-abu atau silver dan ada Kubah Al-Mi’raj, Kubah Ash Shakhrah yang berwarna emas atau gold menaungi Qibatush Sakhra atau Dome of Rock, batu tempat pijakan nabi saat melaksanakan isra miraj, dan Kubah As-Silsilah, serta Kubah An Nabi, dan Masjid Buraq, lalu Mushalla Al Marwani, dan bangunan-bangunan lainnya.

Baca juga:  Inilah Keutamaan, Rukun Dan Wajib Haji Yang Wajib Kalian Ketahui!

Sejarah Masjid Al Aqsa

Areal masjidil Aqsa sudah digunakan untuk tempat sholat berjamaah sejak jaman nabi Adam dan nabi-nabi berikutnya. Kompleks baitul maqdis ini lalu mulai dibangun pertama kalinya Nabi Yakub, yakni putra Nabi Ishak yang juga.merupakan cucu Nabi Ibrahim.

Lalu mengalami renovasi oleh Nabi Daud dan dikembangkan bangunannya oleh Nabi Sulaiman, putra Nabi Daud. Lalu sempat dikuasai oleh tentara Romawi dan di masa Khalifah Umar bin Khattab, Masjid Al Aqsa kembali dikuasai oleh muslim, dan dibangun ulang bangunan masjidnya dengan ukuran yang lebih kecil. Diteruskan oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik dan putranya Al Walid hingga selesai di tahun 705 Masehi. Kemudian di 746 masehi bangunannya hancur terkena gempa dan dibangun lagi oleh khilafah Abbasiyah Al-Mansur di tahun 754, dan dikembangkan Al Mahdi pada tahun 780.

Di tahun 1033 terjadi gempa lagi dan khaifah Fatimiyyah Ali Azh Zhahir pun membangun bangunan Masjidil Aqsa kembali hingga sekarang. Kini penjajah Palestina, yaitu zionis Israel berusaha merusaknya dengan membuat terowongan di bawah tanahnya. Pada masa nabi Muhammad diperintahkan sholat, maka masjidil Aqsa menjadi kiblat sholat hingga Kabah bebas dari berhala yang diletakkan kafir Quraish di sana.

Berbagai Bangunan di Masjid Al Aqsa

Berikut beberapa bangunan penting yang ada di masjidil Aqsa.

Masjid Al Qibli

Masjid Al Qibli adalah bangunan masjid di Al Aqsa yang terletak di bagian paling selatan. Pembangunannya dimulai di era Khalifah Muslim Umar bin Khattab, lalu direnovasi dalam bentuknya saat ini oleh khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan.

Kubah interior kayunya dibedakan dengan kubah luarnya yang dilapisi dengan timah sehingga berwarna abu-abu. Panjangnya sekitar 80 meter, dan lebar 55 meter, serta memiliki 11 gerbang. Masjid Al Qibli sering mendapat serangan. Pernah dibakar oleh teroris yahudi Australia bernama Denis Michael Rohan hingga sekitar sepertiga masjid rusak di tanggal 21 Agustus 1969,

Baca juga:  Penjelasan Lengkap Rangkaian Rukun Haji, Syarat Beserta Pengertian Rukun Haji

Masjid Al Aqsa tua

Masjid Al Aqsa tua letaknya di bawah Masjid Al Qibli, dan bisa diakses melalui tangga batu yang ada di dekat aula tengah, sebelah utara Masjid Al Qibli.

Terdapat 2 galeri ruang sholat yang dibangun selama periode Umayyah. Lalu pada ujungnya mengarah ke pintu ganda, yakni salah satu pintu di bangunan masjid Al Aqsa tua.

Qubbat As Sakhrah atau Dime of Rock

Kubah batu berwarna keemasan ini dibangun oleh Khalid bin Walid atas perintah langsung Khalifah Umar bin Khattab RA di tahun 15 hijriah atau 636 Masehi, sebagai simbol penaklukan Yerusalem, Palestina dari tangan Israel, sekaligus untuk melindungi batu tempat nabi Muhammad melaksanakan isra miraj dan juga tempat nabi Ibrahim ketika hendak menyembelih putranya, yaitu nabi Ismael, dan lalu diganti dengan domba. Bentuknya segi delapan, dengan salah satu panjang sisinya 12,5 meter, serta memiliki 4 pintu. Kubah emasnya, berdiameter 20 meter. Pada saat dikuasai tentara Salib, sempat diubah menjadi gereja sebelum kini dikembalikan sesuai fungsinya. Pencurian batu-batu tembok bangunan nya sering terjadi lalu dijual ke Eropa.

Itulah sejarah masjid Al Aqsa. Kompleks situs bersejarah yang kini telah dimasukan sebagai cagar budaya yang wajib dilindungi oleh UNESCO.

2 Responses
hayatun tour logo bawah Penyelenggara travel umroh dan wisata halal bersertifikat di BSD Tangerang Selatan Indonesia. Semua program dilaksanakan sesuai sunnah sehingga inshaa Allah perjalanan menjadi penuh hikmah dan bermakna.
error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!