+62 811 114 280 [email protected]

Metropol Parasol, Karya Megah dari Seorang Arsitek Genius

metropol parasol

Nikmati kemegahan Metropol Parasol saat berwisata di Spanyol.

Beda negara beda pula daya tariknya. Mungkin itu yang dirasakan pelancong ketika sedang berlibur. Terlebih jalan-jalan ke luar negeri. Traveler akan mengenal budaya, sejarah, seni, dan adat dari negara yang dijelajahi. Berbicara tentang seni, tahukah anda negara yang kaya akan konstruksi bangunan yang eksotis? Spanyol jawabannya.

Di spanyol ada kota bernama Sevilla. Seviya atau Seville pengucapannya. Kota di sebelah selatan Spanyol ini mempunyai keanekaragaman arsitektur. Terdapat gaya bangunan kontemporer, baroque, renaissance, neo-klasik, dan mudejar.

Pada abad ke-16 Seviya telah berkontribusi besar dalam kemajuan Spanyol. Bentuknya berupa sebuah karya seni. Pantas saja kalau di kota ini mempunyai masterpiece arsitektur yang begitu hebat. Sebutannya metropol parasol.

Mengulik-Ulik Metropol Parasol

Metropol parasol adalah sebuah maha karya genius dari seorang arsitek ternama. Dia adalah Jurgen Mayer Herman, yang berasal dari Jerman. Dia mendesain dengan bentuk seperti jamur dan waffle. Cukup unik ya? Nah semakin penasaran kan? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Sejarah

Pada zaman dahulu tepatnya dari abad ke 19 kota ini memang sudah menjadi pusat perbelanjaan. Akan tetapi, karena adanya rencana-rencana perubahan kota, akhirnya pada tahun 1948 area ini diruntuhkan. Meskipun begitu tempat ini masih ada sampai tahun 1973. Sekitar tahun 90’an tempat ini mulai dibangun sebagai tempat parkir bawah tanah. Begitu pun dengan pasarnya.

Namun dalam proses mendirikan bangunan tersebut, ada pemberhentian konstruksinya setelah menghabiskan dana 14 juta Euro. Sekitar 14 tahun kemudian, pemerintah setempat mengadakan sayembara secara internasional untuk membangun kembali Plaza De La Encarnacion.

Baca juga:  Kesenian Dan Kebudayaan Jepang Yang Menarik Untuk Di Sambangi

Deskripsi

Apakah anda tahu arti dari parasol? Parasol sendiri memiliki makna payung atau kanopi. Lokasinya berada di Plaza La Encarnacion. Rupanya yang mirip jamur raksasa ini mempunyai panjang 150 meter dan lebarnya 70 meter.

26 meter merupakan tinggi dari bangunan tersebut. Luas bangunan 5000 meter ini terinspirasi dari kubah katredal Seville dan pohon ara. Kayu dan besi menjadi bahan untuk pembuatannya.

Bangunan yang memiliki enam payung ini terdapat 4 lantai. Antiquarium menempati lantai dasar. Fungsinya sebagai museum arkeologi. Jika mau belanja-belanja wistawan bisa menuju lantai satu. Di sini akan merasakan udara segar yang masuk dari lubang-lubang kayu tersebut.

Di sisi lain area umum ini digunakan untuk agenda-agenda di Sheville. Mau lihat pemandangan yang apik dari gedung ini? Anda bisa menuju ke lantai dua dan tiga. Di sini para turis santai-santai menikmati panorama kota Seviya. Bahkan bisa sambil makan, minum, atau sekedar ngobrol-ngobrol. Karena distu berdiri sebuah restaurant juga.

Konstruksi

Pendirian metropol parasol memiliki proses perjalanan yang lika-liku. Berawal pada tahun 2004 mulai merancang bangunan tersebut. Setelah sketsa desain selesai, pada bulan Juni 2005 mulailah mendirikan gedung kayu ini.

Biaya yang dikeluarkan pun tidak kecil sekitar 50 juta Euro. Rencananya yang akan selesai pada tahun 2007 ini tidak tercapai. Dibalik proyek ini ada kisah yang menjadi hambatannya dan itu masyarakat pun tidak mengetahuinya.

Perusahaan tekni Arup memberitahu terhadap kewenangan kota bahwa ada rancangan yang belum layak. Kejadian ini tepatanya pada bulan Mei 2007. Secara struktural material yang akan digunakan belum diuji coba.

Bahkan rancangannya menyalahi aturan pada batasan bahannya. Contohnya kayu Birch yang diimpor dari Finlandia, kualitas bahan bakunya yang biasa saja. Waktu yang digunakan pun termakan secara  sia-sia karena fokus di penambahan bobot saja. Bahkan tahun 2009 penggunaan lem sebagai penahan antara kayu satu dengan lainnya diberhentikan.

Baca juga:  Panduan Shalat Tarawih Di Rumah Saat Pandemi Corona

Akan tetapi proyek itu masih tetap dilanjutkan. 2011 menjadi saksi penyelesaian metropol parasol. Bangunan ini mempunyai kawasan situs 18.000 meter dengan luas lantainya 12.670 meter persegi. Susunannya terbuat dari beton, kayu, dan baja.

Dana yang digelontorkan ini pun mengeluarkan biaya yang fantastis, sekitar 100 juta Euro. Hal ini diakibatkan karena hambatan-hambatan yang dihadapi. Meskipun begitu pada akhirnya tempat ini menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi turis mancanegara.

Mengenal Sosok Arsitek Metropol Parasol

Metropol parasol memang hasil karya yang menakjubkan dari seorang seniman bernama Jurgen Herman Mayer. Setelah mengetahui bentuk monumentnya Seville, alangkah lebih baiknya mengenal perancangnya. Siapa sih Jurger Herman Mayer ini?

Latar belakang Jurger Herman Mayer

Jurger Herman Mayer atau Jurgen Mayer H., seorang kewarganegaraan Jerman. Dia lahir di Stuttgart, kota terbesar di Jerman, pada tahun 1965. Berarti sekarang berumur 55 tahun. Seorang arsitek sekaligus seniman ini merupakan pemimpin di perusahaan arsitektur. Bernama J. Mayer H. di Berlin. Firmanya sendiri rupanya. Hebat bukan?

Gedung-gedung yang pernah dirancang pun mempunyai desain yang unik. Selain metropol parasol, dia mendesain di negaranya sendiri, Mensa Moltke di Karlsruhe dan gedung ADA1 di Hamburg. Selain itu karyanya berada di Denmark berupa Danfoss Universe di Nordborg.

Bahkan tangannya yang hebat itu diaplikasikan dalam Border Checkpoint di Sarpi, Georgia. Bangunan-bangunan yang pernah diciptakan lainnya Pavillion KA300 dan bandara di Mestia. Tiga area peristirahatan di jalan raya sepanjang perjalanan di Gori dan Lochini, Georgia. Sangat bermanfaat untuk publik ya?

Kehidupan Jurger Herman Mayer

Mayer seorang mahasiswa lulusan dari Stuttgart University, The Cooper Union, dan Universitas Princeton. Dia memang sosok seniman yang handal. Pada usia yang menginjak 31 tahun sudah bekerja sebagai seorang arsitek.

Baca juga:  Menyelami Istana Bawah Tanah, Basilica Cistern Di Turki

Rupanya dia juga pernah mengajar di Princeton University, Kunsthochschule Berlin, dan Harvard University. Selain itu dia membagi ilmunya di Inggris berupa the Architectural Assosiation, Columbia University di kota New York, serta Universitas Toronto di Kanada.

Karya-karya rancangan untuk beberapa bangunannya pun pernah berada di sebuah pameran. Tempatnya di Museum of Modern Art di New York dan San Fransisco.

Penghargaan yang pernah didapatkannya

Jurger Mayer ini juga pernah mendapatkan penghargaan baik nasional maupun internasional. Pada tahun 2003 dia mendapat penghargaan Mies van der Rohe. Tahun 2005 merupakan anugerah kehidupannya sebagai pemenang Holcim Award Bronze.

Tidak hanya itu, dia juga mengalahkan nominator lainnya dalam penghargaan Audi Urban Future di tahun 2010. Tujuh tahun yang lalu perancang bangunan ini dinobatkan sebagai finalis European Union Prize untuk arsitektur kontemporer, dalam merancang metropol parasol.

Dijadikan Film Dokumenter

Jurger Mayer seorang arsitek handal memang patut jika menjadi inspirasi masyarakat. Kehidupannya yang layak jadi panutan seluruh dunia ini pun, membuat pembuat film ingin menggarap kisahnya. Judulnya Jurgen Mayer H. Der Architekt der Kurven.

Digarap seorang sutradara bernama Claudius Gehr. Production yang menaungi ada tiga sekaligus. Diantaranya  planetfilm, NDR, dan arte. Film yang berputar hanya 26 menit ini pertama kali  ditayangkan pada tanggal 16 Desember 2012 oleh arte production. Metropol parasol dan perancangnya memang punya ketertarikan tersendiri. Gaya arsitek kontemporernya membuat beberapa orang terkagum-kagum dengan bangunan tersebut. Jika anda tertarik, yuk segera menjelajah Seville.

hayatun tour logo bawah Penyelenggara travel umroh dan wisata halal bersertifikat di BSD Tangerang Selatan Indonesia. Semua program dilaksanakan sesuai sunnah sehingga inshaa Allah perjalanan menjadi penuh hikmah dan bermakna.
error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!