+62 811 114 280 [email protected]

Perbedaan dari Umroh dan Haji Adalah

haji adalah

Menunaikan ibadah haji adalah bukan hanya pekerjaan yang mudah, karena nyatanya memerlukan kemampuan serta kemauan yang kuat dan memadai. Terdapat banyak orang yang telah mampu, tetapi masih belum mempunyai kemauan untuk beribadah haji.

Namun, terdapat pula yang sudah mempunyai kemauan, tetapi masih belum mempunyai kemampuan yang cukup untuk melakukan ibadah haji. Tidak heran ketika yang pergi ibadah haji bagi masyarakat Indonesia adalah keberuntungan yang besar. Oleh karena itu, akan sangat disayangkan apabila seseorang yang beruntung dapat ibadah haji, tetapi tidak mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

Supaya ibadah haji bisa terlaksana dengan baik, maka terdapat beberapa persiapan yang harus Anda lakukan terlebih dahulu. Salah satu persiapan dasarnya adalah dengan cara belajar terkait dengan tata cara haji yang benar dan baik serta mengetahui perbedaan haji dengan umroh.

Rukun Ibadah Haji

Rukun haji adalah suatu perbuatan yang tidak dapat diganti dengan menggunakan denda dan wajib untuk dilakukan. Apabila seseorang telah meninggalkan salah satu dari 6 rukun haji, maka sudah dianggap bahwa hajinya tidak sah. Rukun tersebut antara lain adalah:

  • Niat atau ihram haji.
  • Wukuf di daerah padang Arafah.
  • Melakukan tawaf atau keliling ka’bah.
  • Melakukan lari-lari kecil diantara bukit Safa dan Marwah atau sering disebut dengan Sa’i.
  • Mencukur atau menggunting rambut.
  • Tertib.

Wajib Ibadah Haji

Wajib haji merupakan suatu perbuatan yang harus dikerjakan oleh seseorang ketika melakukan ibadah haji. Apabila wajib haji ini ada yang dilanggar oleh seseorang, maka hajinya dianggap tidak sah kecuali dengan mengganti dam atau denda yang dapat dilakukan dengan cara menyembelih suatu binatang. Wajib haji antara lain adalah:

  1. Niat atau ihram berhaji mulai dari miqat atu batas yang ditentukan.
  2. Bermalam atau mabit di Muzdalifat ketika malam hari raya haji.
  3. Melontar sebanyak tiga jumrah, yaitu jumrah wusta, jumrah aqabah, dan juga jumrah ula.
  4. Bermalam atau mabid di Mina.
  5. Melakukan tawaf perpisahan atau tawaf wada’.
  6. Menjauhkan diri dari perbuatan atau larangan yang diharamkan di dalam ihram seperti:
  7. Bagi pria tidak boleh menggunakan pakaian yang berjahit.
  8. Menutup kepala bagi pria dan menutup bagian muka bagi wanita.
  9. Membunuh hewan hasil buruan.
  10. Melakukan potong kuku.
  11. Menggunakan wangi-wangian.
  12. Mengadakan suatu aqad nikah.
  13. Bersetubuh.
  14. Melakukan potong bulu atau rambut badan yang lain.
  15. Sunnah-Sunnah Ibadah Haji
Baca juga:  Daftar Travel Umroh dan Haji di Indonesia

Berikut ini beberapa sunnah haji:

  1. Ifrad. Haji ifrad adalah melakukan ibadah haji saja tanpa melakukan umrah.
  2. Talbiyah, yaitu membaca labbaik allahumma labbaik.
  3. Melakukan thawaf qudum.
  4. Mabit di Muzdalifah.
  5. Mabit di Mina.
  6. Melakukan thawaf wada’.
  7. Salat sunnah thawaf 2 rakaat.

Perbedaan Haji dengan Umrah

Perbedaan dari haji dengan umrah dapat dilihat dari rukun, hukum, serta waktu pelaksanaannya. Menjadi suatu ibadah yang pelaksanaannya sama-sama di tanah suci, sering sekali umrah dan haji dianggap sama. Padahal terdapat perbedaan di antara keduanya. Apa sajakah perbedaan tersebut?

  1. Berdasarkan Kewajibannya
    Apabila dilihat dari kewajibannya, seperti yang Anda ketahui bahwa rukun Islam yang kelima adalah haji dan hukumnya wajib untuk dilaksanakan bagi semua umat Islam yang sudah memenuhi syarat. Kewajiban melakukan haji yang mampu sudah berdasarkan firman Allah SWT di Quran surat Ali Imran ayat yang ke-98. Sementara hukum dari ibadah umroh sendiri masih menjadi perdebatan diantara para ulama.
  2. Berdasarkan Hukumnya
    Hukum melakukan haji adalah wajib dan termasuk ke dalam persoalan hukum yang sudah diketahui serta disepakati oleh seluruh kalangan umat Islam. Bagi mereka yang menghindari atau mengingkari haji dengan kondisi yang memenuhi syarat dan mampu, maka ia sudah termasuk ke dalam kaum berdosa. Sementara untuk hukum ibadah umrah sendiri masih menjadi sebuah perdebatan di antara para ulama.
  3. Berdasarkan Rukunnya
    Perbedaan selanjutnya adalah dapat Anda lihat berdasarkan rukunnya. Rukun di dalam ibadah telah menjadi suatu penentu keabsahan dari ibadah yang dilakukan. Hal tersebut juga sudah berlaku untuk melakukan umrah dan juga ibadah haji. Rukun di dalam ibadah umrah dan haji akan bersifat batal apabila tidak dilakukan dan tidak dapat diganti dengan membayar denda.
    Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa terdapat lima rukun di dalam haji, yaitu niat ihram, tawaf, sa’I, wuquf di padang Arafah, dan juga memotong rambut. Kelima rukun tersebut harus Anda lakukan semuanya supaya dapat memenuhi keabsahan dari ibadah haji yang Anda lakukan.
  4. Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya
    Perbedaan selanjutnya adalah dapat dilihat dari jatuhnya waktu pelaksanaan di antara umrah dan juga haji. Seperti yang sudah diketahui bahwa pelaksanaan ibadah haji hanya dilaksanakan setiap satu kali dalam setahun dan akan selalu mempunyai jumlah jamaah yang lebih banyak dan berasal dari semua penjuru dunia.
    Sehingga waktu dari pelaksanaan ibadah haji sendiri lebih terbatas dan sempit apabila dibandingkan dengan waktu pelaksanaan dari ibadah umroh.
Baca juga:  Program Umroh Exclusive Bintang 5 Termurah

Itulah beberapa perbedaan terkait dengan ibadah umroh dan haji. Dapat disimpulkan bahwa ibadah haji adalah ibadah yang waktunya lebih terbatas apabila dibandingkan dengan umrah. Selain itu juga terdapat beberapa rukun haji, wajib haji, dan juga sunnah-sunnah haji yang harus Anda tahu.

3 Responses
hayatun tour logo bawah Penyelenggara travel umroh dan wisata halal bersertifikat di BSD Tangerang Selatan Indonesia. Semua program dilaksanakan sesuai sunnah sehingga inshaa Allah perjalanan menjadi penuh hikmah dan bermakna.
error: Content is protected !!
× WA 0811114280 Sekarang!